- Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah keras isu viral uang Rp920 miliar hasil penggeledahan rumah pejabat pajak terkait korupsi.
- Kapuspenkum Kejagung memastikan belum ada penggeledahan terkait dugaan manipulasi pajak sebagaimana diberitakan di media sosial.
- Uang Rp920 miliar yang disebutkan dalam hoaks tersebut sebenarnya berasal dari kasus makelar kasus atas nama Zarof Ricard.
Suara.com - Kejaksaan Agung membantah adanya temuan uang senilai Rp920 miliar dari hasil penggeledahan rumah pejabat pajak terkait dugaan korupsi manipulasi nilai pajak.
Isu tersebut beredar melalui akun TikTok dan kemudian menjadi viral di media sosial. Dalam narasinya disebutkan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Kejaksaan Agung disebut-sebut melakukan penggeledahan terhadap rumah pejabat Pajak hingga petinggi Djarum.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, mengatakan informasi tersebut tidak benar. Pihak Kejagung belum melakukan penggeledahan dalam perkara dimaksud.
“Pihak kejaksaan membantah terhadap pemberitaan yang tersebar terkait penggeledahan tersebut,” kata Anang di Jakarta, Senin (16/2/2026).
“Dan kami pastikan itu hoax,” imbuhnya.
Ia menyebut tumpukan uang senilai Rp920 miliar tersebut berasal dari kasus Zarof Ricard dalam perkara makelar kasus.
Sebelumnya, beredar informasi di media sosial mengenai penggeledahan yang diklaim dilakukan oleh Kejagung terhadap rumah para pejabat pajak.
Penggeledahan tersebut diklaim sebagai upaya membongkar dugaan manipulasi pajak yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.
Bantahan juga disampaikan melalui akun Instagram @ppid.kemenkeu. Dalam unggahannya, akun tersebut meminta masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap penyebaran berita bohong.
Baca Juga: Viral Kejagung Geledah Rumah Pejabat Pajak Temukan Rp 920 Miliar, Kemenkeu Pastikan Hoaks
“Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Purbaya,” ucap akun tersebut.
Berita Terkait
-
Viral Kejagung Geledah Rumah Pejabat Pajak Temukan Rp 920 Miliar, Kemenkeu Pastikan Hoaks
-
Kejagung Ungkap Alasan Pencopotan Empat Kajari: Tak Profesional dan Konflik Kepentingan
-
Kejagung Geledah Sejumlah Perusahaan di Sumatra Terkait Korupsi Ekspor CPO
-
Kejagung Sinyalir 26 Perusahaan Terlibat Korupsi Ekspor CPO, Kerugian Capai Rp14 Triliun
-
Kejagung Bongkar Korupsi Ekspor CPO & POME, Kerugian Negara Capai Rp 14 Triliun
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar
-
Gerak Cepat TNI Pasca-Gempa Sulut: Ratusan Prajurit Evakuasi Korban hingga Sisir Dampak Tsunami