Suara.com - Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama bersama keluarga makan siang di Restoran Bumi Langit, Jalan Imogiri-Mangunan, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (29/6/2017).
"Restoran kami sudah dikenal waktu saya di Amerika, sehingga waktu di Yogyakarta, Obama menyempatkan berkunjung ke sini," kata pengelola restoran Bumi Langit, Iskandar Woworuntu, usai menerima kunjungan Obama.
Menurut dia tidak ada persiapan khusus yang dilakukan untuk melayani Obama dan keluarga. Menu makanan yang dihidangkan sesuai apa yang ditawarkan selama ini.
"Kami kebetulan punya konsep makanan yang punya pertimbangan etika bagaimana menyiapkan makanan dengan masak sendiri yang tidak menggunakan bahan kimia, konsep kami itu mungkin yang dihargai terutama istri dan adik Obama," katanya.
Iskandar mengatakan berbagai makanan yang disajikan untuk keluarga Obama layaknya makanan rumahan seperti urap Bali, sup ikan gurame, mi goreng khas Bantul atau dikenal dengan mi lethek kemudian ada sambal terong.
"Jadi makanan yang standar saja, kalau minuman kita sajikan minuman fermentasi dengan daun sereh. Kemudian kami campur dengan buah murbai yang kami tanam sendiri. Intinya makanan tidak hanya sehat, tapi toyib (baik)," katanya.
Sementara itu, ketika ditanya berapa porsi yang disajikan untuk menjamu keluarga Obama, pria berjenggot ini tidak menyebutkan, karena aneka makanan yang disajikan tersebut untuk disantap secara prasmanan.
"Kalau makanan model prasmanan dan saya sengaja siapkan banyak, supaya semua bisa menikmati setelah selesai. Karena kan dari tadi pagi ada personel pengamanan yang siaga di sini dengan empat truk," katanya.
Ia menyebutkan harga makanan yang ditawarkan di restoran kawasan wisata Mangunan itu bervariasi mulai dari termurah Rp20.000 sampai Rp50.000 per porsi, akan tetapi yang dihidangkan untuk menjamu Obama dan keluarga harga makanan senilai Rp4 juta.
Baca Juga: Ultah Jokowi dan Ahok Dirayakan Meriah di Kalijodo Sore Ini
Adapun kunjungan makan siang Obama dan keluarga itu merupakan rangkaian wisata keluarga setelah sebelumnya berkunjung ke objek wisata Puncak Becici Desa Munthuk Bantul yang berjarak kurang lebih dua kilometer dari restoran.
Obama yang tiba di Puncak Becici sekitar pukul 11.00 WIB dan kemudian di restoran sekitar pukul 12.00 WIB itu mendapat pengawalan ketat dari pasukan pengamanan baik dari Pemerintah Indonesia maupun Amerika Serikat. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Direktur Inteljen AS Tuduh Barack Obama Berkhianat Karena 'Manipulasi' Pemilu
-
Segini Harta Kekayaan Michelle Obama yang Kena Rumor Perceraian dengan Barack Obama
-
Diterpa Rumor Perceraian dengan Barack Obama, Michelle Obama Ungkap Fakta Sebenarnya!
-
Moment Langka! Trump dan Obama Terlihat Akrab saat Pemakaman Jimmy Carter
-
Kalah Pemilu, Obama Puji Kamala Harris dan Tim Walz "Pelayan Masyarakat Luar Biasa"
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Viral TikToker Bongkar Lokasi Pertahanan Israel, Iran Diduga Langsung Mengebom
-
Dasco Ungkap Pembicaraannya dengan Prabowo soal Strategi 'Take Over' Gaza
-
KPK Tetapkan 2 Tersangka dalam OTT Cilacap
-
Tetap Buka! Ini Jam Operasional BRI Jakarta Pusat saat Libur Lebaran 2026
-
DPR RI soal Pembelian Rudal BrahMos: Jaga Kedaulatan Tanpa Terjebak Rivalitas Geopolitik
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Antisipasi Krisis Timur Tengah, Prabowo Pertimbangkan Kebijakan WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
-
Polisi Gunakan Scientific Investigation untuk Buru Penyiram Air Keras Aktivis KontraS