Indonesianis banyak tersebar pada berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Australia memiliki peran sangat penting dalam membantu memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
"Untuk itu, perlu semakin didorong upaya untuk menghasilkan lebih banyak Indonesianis dengan mengoptimalkan keberadaan pusat studi Indonesia dan pengajaran Bahasa Indonesia di kampus-kampus di Australia," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia Y Kristiarto S Legowo melalui siaran pers KBRI Canberra yang diterima di Jakarta, Selasa (4/7/2017).
Saat menyampaikan sambutan pembukaan dalam forum Indonesian Council Open Conference (ICOC) yang diselenggarakan di Kampus Universitas Flinders, Adelaide, Dubes RI secara khusus mengapresiasi kiprah Universitas Flinders dan universitas-universitas lain di Australia telah mencetak generasi baru Australia yang lebih mengetahui tentang Indonesia.
Hal ini sangat penting karena orang Australia yang pernah mempelajari Bahasa Indonesia cenderung memiliki pemahaman lebih baik terhadap Indonesia.
Terkait dengan pentingnya peran Bahasa Indonesia ini, Dubes RI telah memberikan prioritas sangat besar untuk terus mempromosikan Bahasa Indonesia di kampus-kampus maupun sekolah-sekolah, mulai tingkat SD hingga SMA di berbagai penjuru Australia.
Bahkan, dalam waktu dekat akan didirikan Balai Bahasa Indonesia (BBI) di Adelaide, melengkapi BBI sebelumnya yang sudah ada di Perth, Canberra dan Melbourne/Tasmania.
Dubes RI juga mengusulkan perlu diselenggarakan forum serupa di Indonesia agar semakin banyak publik di Tanah Air yang mendapatkan informasi terkini tentang Australia.
Wakil Rektor Universitas Flinders urusan kerja sama internasional Sebastian Raneskold yang membuka secara resmi konferensi ini, menegaskan bahwa forum ini merupakan salah satu komitmen Universitas Flinders untuk mendekatkan publik Australia dengan Indonesia.
Terlebih lagi, di Negara Bagian Australia, Universitas Flinders adalah satu-satunya perguruan tinggi yang mengajarkan Bahasa Indonesia.
Konferensi yang digelar setiap dua tahun sekali secara bergantian di berbagai negara bagian di Australia ini, dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari Indonesianis dari Benua Kangguru, seperti Jemma Purdey, serta dosen maupun peneliti dari Indonesia, baik yang sedang menempuh studi di Australia maupun langsung datang dari Tanah Air.
Dosen dari Universitas Airlangga datang dengan jumlah terbanyak dipimpin oleh pengamat politik ternama Kacung Marijan, dengan mengisi panel khusus yang disebut Panel Airlangga guna membahas sejumlah tema penting dari perspektif sosial, media dan politik serta hubungan bilateral Indonesia-Australia.
Beberapa akademisi dari negara lain, yakni Amerika Serikat, Jepang, dan India juga turut menyampaikan paparan dalam konferensi yang berlangsung selama dua hari ini.
Konferensi ICOC ini secara khusus juga menggandeng Perhimpunan Pelajar Indonesia-Australia (PPIA) Universitas Flinders.
Saat ini, tercatat sekitar 200 mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu pada berbagai jurusan di universitas ini, mulai program S-1, S-2, dan S-3.
Pada sela-sela konferensi, Dubes Kristiarto juga mengadakan pertemuan dengan pemimpin Universitas Flinders, yakni Colin Stirling, guna membahas potensi kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan salah satu universitas ternama di Australia ini, khususnya dalam konteks pengembangan Bahasa Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar