Suara.com - Kepolisian Resort Metro Bekasi Kota mencatat sebanyak 75 laporan kasus dugaan ujaran kebencian yang dilaporkan Muhammad Hidayat Situmorang. Salah satunya laporan Hidayat Situmorang ke anak Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.
Kapolres Bekasi Kota Komisaris Besar Polisi Hero Henrianto Bachtiar mengatakan 75 laporan tersebut tercatat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) selama Januari hingga Juni 2017.
"Jadi tahun 2017 ada 75 kasus (Laporan MHS)," ujar Hero di Polres Bekasi Kota, Bekasi, Jumat (7/7/2017).
Tak hanya itu, Hero menuturkan pada 2016, Polres Bekasi Kota juga mencatat sebanyak 13 laporan. Laporan tersebut masih tahap penyelidikan.
"Total hampir 80 sekian, semua masih diproses," ujarnya.
Adapun semua laporan Hidayat tetap ditindaklanjuti Polres Bekasi Kota.
"Tetap kita tindak lanjuti ya. Kan UUD keterbukaan public kan nggak bisa kita menolak juga, makanya kemudian dari proses laporan ini kalau beliau memang komit atas laporannya artinya tepat waktu untuk dimintai klarifikasi ya datang. Memberikan keterangan secara maksimal ya berikan," tandasnya.
Hidayat melaporkan akun Youtube Kaesang, milik putra bungsu Presiden Joko Widodo yang diduga melakukan penodaan agama dan ujaran kebencian.
Hidayat pun saat ini berstatus tersangka atas kasus dugaan ujaran kebencian kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi M Iriawan dalam konten video aksi 4 November 2016 . Ia juga sempat ditahan di Polda Metro Jaya dalam kasus tersebut. Namun penahannanya di tangguhkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor