News / Metropolitan
Senin, 10 Juli 2017 | 16:31 WIB
Pakar telematika dari ITB bernama Hermansyah [Youtube]

Suara.com - Rektor Institut Teknologi Bandung Kadarsah Suryadi prihatin dengan kasus pembacokan yang menimpa alumnus ITB yang kini menjadi ahli telematika Hermansyah.

"Kami sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa salah seorang alumni ITB. Kami berharap tidak ada lagi kasus-kasus seperti ini," ujar Kadarsah di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (10/7/2017).

Dia menjelaskan seharusnya sesama anak bangsa, harus saling bahu-membahu membangun bangsa, bukan bertikai dan main hakim sendiri.

"Perjalanan kita masih panjang. Kami tentunya berharap pihak berwenang bisa menindaklanjuti kejadian ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," imbuh dia.

Kadarsah juga yakin pihak kepolisian akan mengusut tuntas kasus ini sesuai dengan mekanisme yang ada.

Sementara itu, Pjs Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan penganiayaan terjadi pada Minggu (9/7/2017) sekitar pukul 04.00 WIB, ketika itu korban dan adiknya menggunakan dua mobil dari arah Jakarta bermaksud pulang ke Depok. Hermansyah menggunakan mobil nomor polisi B 1086 ZFT.

Di tengah jalan terjadi insiden senggolan dengan kendaraan lain yang kemudian membuat Hermansyah mengejar pelaku.

Setelah korban turun langsung diserang oleh para pelaku yang berjumlah sekitar lima orang, dan seorang di antaranya menggunakan senjata tajam setelah itu para pelakunya melarikan diri.

Load More