Suara.com - Komisioner Ombudsman RI Ahmad Suadi terkejut mendapati banyak laporan masyarakat menyangkut adanya rekayasa dan kongkalingkong dalam Penerimaan Peserta Didik Baru di sejumlah sekolah favorit.
"Ya kami kaget, ya sistem zonasi melalui penerimaan secara online tujuannya kan agar cepat, transparan dan langsung, tapi (dalam PPDB) masih bisa direkayasa dan kongkalikong," kata Ahmad di kantor Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2017).
Saat ini, Ombudsman mendalami berbagai masalah yang muncul dalam pelaksanaan PPDB untuk memberikan catatan kepada pemerintah.
Ahmad menyebut daerah berpotensi terjadi praktik kecurangan, di antaranya Kalimantan. Di daerah tersebut terjadi kasus kerusakan server PBDB online dan diduga dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi.
"Ini banyak hal potensi penyalahgunaan. Sangat fatal karena tidak disiapkan alternatif pengawasannya. Penyedia layanan dan pejabat memaksa panitia membuat rekayasa realtime anak - anak sekolah," ujar Ahmad.
Ahmad berharap masyarakat mengubah paradigma berpikir bahwa sekolah harus di sekolah favorit.
"Masyarakat, kan, berangan - angan, ingin masuk ke sekolah favorit dengan segala cara, itu tidak adil dan merata. Kenyataannya sekolah favorit itu ada di kota besar. Sekarang tidak imbang untuk sekolah favorit dan tidak, pasti favorit akan selalu favorit," kata Ahmad.
Tag
Berita Terkait
-
Perjuangan Orang Tua di Balik Antrean PPDB: Antara Pendidikan Anak dan Dompet yang Menipis
-
PPDB Jabar 2026 Kacau, Dedi Mulyadi Semprot Dinas Pendidikan: Seperti Ikan Gurame di Laut!
-
Viral! Ikra Gagal Sekolah Gara-Gara Calo PPDB: Kisah Pilu Potret Buruk Pendidikan Indonesia
-
Viral 2 Sekolah di Sumbar Disegel Warga Gegara PPDB 2025, Hari Pertama Sekolah Jadi Masalah!
-
Pengumuman SPMB Kabupaten Bogor 2025: Link Hasil Seleksi TK, SD, dan SMP Terbaru
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pemilu 2029 Jadi Pertaruhan Dinasti Politik Jokowi? Ini Analisis Pengamat
-
Muka Tegang Prabowo dan Gesture Tangan Jokowi Saat Jadi Saksi Pernikahan Rizky Irmansyah
-
Rahasia Bisnis Orang Cina, Arab, dan India: Dagang itu Gak Mudah Lho!
-
Dugaan Markup Harga Telur hingga Judi Online, BGN Mulai Bersih-Bersih SPPG
-
Cari Laptop Rp5 Jutaan? Infinix XBOOK B15 Punya Banyak Kejutan dan Layak Dilirik
-
Prediksi Indonesia vs Thailand Malam Ini, Siapa Lebih Berpeluang Juara?
-
Dapat Perlawanan Sengit, Timnas Indonesia Sikat Kazakhstan 3-0
-
Gabah Makin Mahal, Produsen Beras Berdarah-darah: Jual Mahal Kena HET, Jual Murah Nombok
-
PDIP Jatim Bidik Rebut Kursi Gubernur 2029
-
Karhutla 600 Hektare di Way Kambas Padam, Menhut Klaim Gajah Liar Aman