Suara.com - Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat bersama dengan pejabat DKI akan menggelar rapat pimpinan, untuk menentukan nama yang akan diberikan pada pembangunan Simpang Susun Semanggi.
Djarot menerangkan, sejauh ini sudah ada dua usulan nama. Pertama Simpang Susun Semanggi dan kedua Simpang Baja Semanggi.
"Pak Ahok minta itu namanya Simpang Susun Semanggi. Simpang Baja Semanggi itu usulan banyak orang juga. Tapi nanti kita rapimkan (Senin, 17 Juli)," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (16/7/2017).
Djarot menjelaskan, nama Semanggi harus tetap ada. Proyek ini dibiayai melalui dana kompensasi pelampauan koefisien, dimana lantai bangunan dari PT Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company dan proyek dikerjakan PT Wijaya Karya.
"Kata nama Semanggi harus ada. Karena itu landasan yang ditorehkan legacy yang diberikan oleh Bung Karno, insinyur Soekarno untuk jembatan semangginya," ujar Djarot.
Untul diketahui, pembangunan Simpang Susun Semanggi sudah memasuki tahap akhir. Presiden Joko Widodo nanti yang akan meresmikannya. Waktu yang dipilih untuk peresmian tepat pada hari kemerdekaan RI, 17 Agustus 2017.
Simpang Susun Semanggi yang dibangun pada era Basuki Tjahaja Purnama, diyakini dapat mengurangi tingkat kemacetan arus lalu lintas sekitar 30 persen.
Jalan yang terdiri dari dua jembatan layang melingkar itu nanti bisa digunakan pengendara dari arah Cawang menuju Bundaran HI dan pengendara dari arah Grogol menuju ke arah Blok M.
Baca Juga: Bakal Diresmikan Jokowi, Simpang Susun Semanggi Diberi Nama Ahok?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!