Suara.com - Tunisia akhirnya melarang film Hollywood, Wonder Woman, ditayangkan di seluruh bioskop negerinya. Pengadilan Tunisia mengatakan, pelarangan itu disebabkan bintang utama film tersebut, Gal Gadot-Varsano, pernah menjadi tentara Israel.
Seperti diberitakan BFM.TV, Kamis (20/7/2017), seorang sumber dalam pengadilan Tunisia mengatakan film itu dilarang beredar sejak Jumat (14/7) pekan lalu.
"Seharusnya, film itu sudah ditayangkan di dua bioskop pada awal bulan Juni. Tapi, penayangan itu ditunda karena ada protes dari Partai Al-Chaab. Akhirnya, Jumat pekan lalu film itu benar-benar dilarang,” terang sumber tersebut.
Melalui laman resminya di Facebook, Partai Al-Chaab yang berhaluan nasionalis mendesak pemerintah melarang film tersebut karena Gal Gadot pernah ikut berperang di Jalur Gaza, Palestina, tahun 2014.
Sebelum Tunisia, Qatar dan Lebanon sudah lebih dulu melarang film Wonder Woman. Alasan pelarangan juga sama, yakni Gadot pernah berperang di Palestina dan sempat menyatakan diri sebagai penganut paham Zionisme.
Le parti Al-Chaab réclamait l'interdiction du film au motif que son actrice principale, l'Israélienne Gal Gadot, avait défendu à l'été 2014 sur Facebook l'offensive meurtrière d'Israël contre l'enclave palestinienne de Gaza. Une demande similaire d'une association de jeunes avocats avait en revanche été rejetée.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Takut Teror Susulan, Ahmad Bahar Minta Perlindungan LPSK Usai Konflik dengan Hercules
-
'Saya Mengaku Bersalah', Penyesalan Noel ke Buruh dan Keluarga di Sidang Korupsi K3
-
TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?
-
Jembatan dan Sekolah Masih Jadi PR, Muzakir Manaf Buka-bukaan Soal Kondisi Terkini Aceh Pascabencana
-
Tangis Penyesalan Noel di Sidang Korupsi K3: Saya Seharusnya Lebih Hati-hati
-
Perempuan Menjaga Pangan dan Alam, Mengapa Justru Paling Rentan terhadap Krisis Iklim?
-
Angka Kecurangan Capai 99 Persen, Ada Apa dengan Fakultas Kedokteran di SNBT 2026?
-
Ironi Awak Kapal Perikanan: Banting Tulang di Tengah Laut, Pulang Malah Nombok Utang ke Majikan
-
Biadab! Sambil Hujan-hujanan, Pria Mabuk di Tangsel Cabuli Bocah Saat Main Petak Umpet
-
Vivace E Menjawab Kebutuhan Rumah Modern yang Estetik, Aman, dan Ramah Anak