Suara.com - Warga Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dihebohkan dengan gambar palu-arit yang diidentikkan dengan lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) pada salah satu restoran cepat saji setempat.
Kapolresta Banjarmasin Komisaris Besar Anjar Wicaksana mengatakan, logo palu-arit itu ditemukan pada kertas pelapis dinding (wallpaper) restoran Kentucky Fried Chicken (KFC), Jalan Ahmad Yani Km 4,5 Banjarmasin.
"Kami sudah mendapat laporan itu dari masyarakat. Anggota kami juga sudah melakukan pemeriksaan di KFC itu, dan benar, terdapat wallpaper berlogo palu-arit di dinding tengah tangga naik ke lantai dua restoran itu,” terang Anjar, seperti dilansir Antara, Sabtu (22/7/2017).
Ia mengatakan, temuan itu kali pertama menghebohkan warga melalui pesan berantai layanan pesan singkat berbasis aplikasi telepon seluler WhatsApp.
Polisi sendiri, kata dia, mendapatkan laporan itu melalui grup WhatsApp “Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebun Bunga”.
“Pelapornya adalah anggota kami, Bripka Samsurrizal. Dia sendiri mendapatkan informasi itu dari Bhabinsa Kelurahan Kebun Bunga, Sertu Bahruddin,” terangnya.
Ia menuturkan, Manajer KFC Nur Syarifudin mengakui tak tahu menahu mengenai logo palu-arit tertera pada kertas pelapis dinding restorannya.
Namun, Nur menjelaskan wallpaper itu dipasang di KFC saat diresmikan oleh tim marketing dari DKI Jakarta, yakni 26 Desember 2012.
Baca Juga: Terungkap, Teroris Marawi Dapat Rampasan Perang Rp5 Triliun
Nur mengatakan, wallpaper itu sendiri selama ini diketahuinya hanya bergambar deretan buku-buku dalam perpustakaan.
Karenanya, ia tak jeli melihat salah satu buku dalam deretan itu berambar palu-arit. Buku yang dimaksud berjudul “Russian And Soviet Education 1731-1991.”
"Keterangan Manager KFC Ahmad Yani, awal tahun 2017 sudah meminta penggantian wallpaper. Tapi, sudah kali kedua meminta, belum juga dipenuhi oleh KFC pusat,” tandas Anjar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam