Suara.com - DPR akan membahas pemanfaatan dana haji yang diwacanakan Presiden Joko Widodo untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Tanah Air.
Usai meninjau pelayanan jamaah di Asrama Haji Medan, Kamis, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Iskan Qolba Lubis mengatakan, sebagian besar anggota Komisi VIII sepakat untuk tidak menyetujui pemanfaatan dana haji untuk pembangunan infrastruktur.
Hal itu disebabkan dana haji tersebut didapatkan dari umat Islam yang menyelenggarakan haji sehingga pemanfaatannya juga untuk umat.
Namun pihaknya menyetujui jika infrastruktur yang dimaksudkan adalah berbagai infrastruktur yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mencontohkan pembalian rumah di Arab Saudi untuk pemondokan jamaah haji atau memperbaiki Asrama Haji. "Kalau infrastruktur lain, itu menyalahi UU," katanya.
Menurut dia, setelah digodk DPR RI, telah terbentuk lembaga khusus yang akan memanfaatkan dana haji tersebut secara syariah yang hasilnya akan lebih maksimal.
Dari kajian yang telah dilakukan, dana haji itu akan menghasilkan keuntungan sekitar 8 persen jika dikelola secara konvensional. Sedangkan cara syariah, bisa membawa untung sekitar 15 persen.
Kemudian, jika dana tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur, keberadaan dana haji yang memiliki prinsip "liquid (cair), aman, dan sesuai syariah" bisa hilang karena berpotensi macet.
Karena itu, Komisi VIII DPR RI akan menemui Presiden Joko Widodo untuk menjelaskan masalah itu agar pemanfaatan dana haji tersebut sesuai dengan aturan.
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Partai Golkar Firmandez mengatakan, dana haji itu bukan berasal dari APBN, melainkan dari umat sehingga pemanfaatannya juga untuk umat.
Kalau urusan jaamah haji telah selesai, dana tersebut tidak salah dialihkan untuk yang sektor lain yang tetap berhubungan dengan umat Islam.
Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI lain Deding Ishak mengatakan, pemerintah sebaiknya mendiskusikan wacana itu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), ormas Islam, dan DPR RI.
Politisi Partai Golkar itu mengharapkan dana haji itu seharusnya digunakan untuk kepentingan haji seperti membeli penginapan di Arab Saudi yang selama ini masih bersifat kontrak, atau justru membuat kontrak multiyears sehingga pembiayaannya lebih murah.
Selain itu, keuntungan dari pengelolaan dana haji yang berjumlah triliunan itu bisa juga untuk membeli pesawat guna memberangkatkan jamaah haji.
Selama ini, pesawat yang digunakan selawa disewa. "Pesawat itu juga bisa dimanfaatkan untuk penerbangan lain diluar pemberangkatan haji," ujar politisi Partai Golkar tersebut. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN