Suara.com - Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan J.A Barata mengatakan pihaknya tak merinci kasus penganiayaan atau pemukulan terhadap petugas Aviation Security (Avsec) Bandara. Menurutnya, kasus penganiyaan atau pemukulan tersebut baru terjadi di dua Bandara yakni Bandara Soekarno Hatta, Jakarta dan Bandara Samratulangi, Manado.
"Yang pemukulan terjadi di Soekarno Hatta dua kali dan di Manado satu kali, tapi itu bukan bagian dari record, ada yang adu mulut juga," ujar Barata kepada Suara.com di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (31/7/2017).
Barata menuturkan, ada persyaratan yang harus dilalui setiap penumpang untuk keselamatan penerbangan. Maka dari itu, semua pihak harusnya mengerti dan mengikuti proses sebelum naik ke pesawat terbang.
Menurutnya, keselamatan di udara bermula dari ketertiban di Bandara.
"Karena ada barang-barang yang nggak boleh dibawa, belum lagi dikaitkan dari hal-hal yang menganggu secara keamanan. Mestinya semua orang maklumi dan menaati peraturan tersebut. Harusnya patuh dengan aturan yang ada, karena dibuat untuk keselamatan," kata dia.
Barata mencontohkan melepas jam, melepas ikat pinggang juga merupakan salah satu syarat dalam pemeriksaan di Bandara. Pasalnya ikat pinggang bisa juga merupakan sebuah senjata yang dibuat sepeti ikat pinggang.
"Misalnya melepas ikat pinggang, ternyata ikat pinggang tersebut bisa jadi senjata yang sangat berbahaya jika digunakan pelaku untuk membahayakan penumpang di dalam pesawat. Orang yang masuk kesini wilayah terbatas ada persyaratan yang harus dilakukan," kata dia.
Tak hanya itu, disaat pemeriksaan, penumpang yang membawa laptop juga harus diperiksa sebelum memasuki bandara. Adapun laptop harus dioperasikan terlebih dahulu oleh petugas meski nantinya ada pihak yang tidak terima dengan pemeriksaan laptopnya.
"Ini yang perlu orang tahu misalnya orang bawa leptop taruh di koper, leptop tersebut harus diperiksa nggak boleh berbarengan dengan tas dan petugas harus menyaksikan laptop tersebut bisa dioperasikan. Ini memang aturan yang harus dilakukan, itu untuk mengantisipasi adanya kejahatan-kejahatan seperi teroris dan lain-lain. Ini nggak ada yang mempersulit ketertiban pemeriksaan akan menetukan keselamatan penerbangan di bandara," tandasnyam
Baca Juga: Diancam Bom, Dua Bandara Australia Siaga Satu
Ketika ditanya apakah kasus penamparan yang dilakukan Joice Sumampouw, istri Brigadir Jenderal (Purn) Johan Sumampouw diistimewakan sehingga kasus tersebut berakhir damai, Barata menegaskan pihaknya tetap memberlakukan aturan kepada siapa pun.
"Kalau kita bagaimana kita tegakkan, yang harus kita selamatkan banyak orang. Kemenhub menitikberatkan pada pemberlakuan petaturan penerbangan yang ada di undang-undang. Orang yang masuk kesini di wilayah terbatas, ada persyaratan yang harus dilakukan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan