Suara.com - Minimnya jam terbang atlet-atlet pelatnas taekwondo Indonesia yang dipersiapkan untuk hadapi SEA Games 2017, jadi grogi. Sebaliknya, tim taekwondo Merah Putih tetap yakin mampu sumbang emas pada multi event dua tahunan itu.
Diakui salah satu pelatih pelatnas taekwondo Indonesia, Taufik Krisna, jam terbang atau pengalaman tanding memang sangat penting bagi seorang atlet. Karena lewat jam terbanglah seorang atlet akan mencapai kematangan dalam performa.
Terlebih, kata Taufik, empat dari enam taekwondoin Indonesia cabang kyorugi yang akan turun di SEA Games 2017 nanti merupakan debutan. Salah satunya adalah Dhean Fajrin yang akan turun di kelas -46 kg.
Menurutnya, atlet debutan seperti Dhean ini membutuhkan pengalaman tanding yang banyak untuk bisa bersinar di SEA Games 2017.
Namun, minimnya anggaran dari pemerintah untuk mengirimkan para taekwondoin pelatnas bertanding di event-event internasional, membuat mereka kesulitan memperoleh jam terbang yang tinggi.
"Penguasaan lapangan hanya bisa dilakukan dengan harus banyak tanding," kata Taufik saat ditemui di kamp latihan pelatnas taekwondo di Gedung POPKI, Cibubur, Jakarta, Kamis (3/8/2017).
"Contoh Thailand dan Vietnam yang juga ikut bersama Indonesia tampil di ajang Kejuaraan Dunia Taekwondo (Juni lalu di Korsel). Setelah kejuaraan dunia atlet-atletnya masih ikut tanding di Korea Open dan Rusia. Sedangkan, kita langsung pulang," lanjut Taufik.
"Kematangan atlet itu hanya bisa dibentuk dengan jam terbang. Atlet kita matangnya di latihan, atlet luar matangnya di pertandingan."
"Yang punya pengalaman SEA Games cuma dua atlet (Mariska Halinda dan Reinaldi Atmanegara), sedangkan empat lainnya debutan. Walau debutan kami tetap percaya dengan kemampuan mereka. Kita berharap mereka bermain bagus dan mendapat medali emas."
Baca Juga: Ini 3 Negara 'Kuat' Taekwondo di SEA Games, Termasuk Indonesia?
"Dhean di ISG (Islamic Solidarity Games 2017) dapat perak, di Kazakstan Open perunggu, dan di kejuaraan dunia lolos sampai babak delapan besar. Atlet-atlet top dunia sudah banyak dia kalahkan," sambung Taufik.
"Meski minim jam terbang, tapi kami tetap optimis bisa mendapatkan dua medali emas yang ditargetkan," pungkasnya.
Pada SEA Games 2017, tim taekwondo memang ditargetkan meraih dua medali emas dari pemerintah. Target ini sama dengan raihan tim taekwondo pada SEA Games sebelumnya di Singapura, tahun 2015.
Kala itu, dua emas untuk Indonesia datang dari cabang kyorugi (tarung—red), disumbangkan masing-masing oleh Reinaldi Atmanegara (kelas -54kg) dan Mariska Halinda (kelas -53kg).
Keduanya juga diikutsertakan di SEA Games 2017, dan diharapkan mampu pertahankan medali emas.
Berita Terkait
-
International Ksatria Nusantara Series Bandung Utama 2026, Jadi Ajang Seleksi Pelatnas Taekwondo
-
Refleksi Hari Kartini: Susy Susanti dan Greysia Polii Bicara Keberanian untuk Bermimpi
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
Tiga Kunci Keberhasilan Para Judo Indonesia Sikat Semua Emas di ASEAN Para Games 2025
-
ASEAN Para Games 2025: Rebut Tujuh Emas, Jendi Pangabean Buktikan Konsistensi dan Dukungan Keluarga
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Tiki-Taka vs Sihir Messi: Prediksi Pertarungan Sengit Final Spanyol vs Argentina
-
Bukan Sekadar Rapuh: Membedah Stigma "Generasi Strawberry" pada Gen Z
-
Bahlil Sebut Antrean BBM di Sumatera Bukan Stok Habis, tapi Sopir Tangki Mogok
-
Tutup Borok Korupsi dan PHK, Isu LGBTQ Diduga Cuma Strategi Pecah Fokus Kemarahan Publik
-
Ekosida Peradaban Air Sumsel, Ketika Lahan Basah Tak Lagi Menjadi Ruang Hidup
-
Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
-
Wali Kota Minta Satpol PP Pekanbaru Segera Tertibkan Warung Remang-remang
-
The Upstairs Hadirkan Musik Enerjik dan Cerita Kehidupan Urban di Soundrenaline 2026
-
Dicecar DPR Soal Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 T, Menkop Tidak Tahu
-
Purbaya Salurkan Pinjaman Rp 65 Triliun ke 14,9 Juta UMKM