TKP kebakaran di Palmerah (suara.com/Dian Rosmala)
Fitriana (39) dan ketiga anaknya, Kinara (4), Tiara (4), dan Salsa (8), menghembuskan nafas yang terakhirnya di tengah kobaran api yang melahap rumah mereka di Jalan Semangka III, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (4/8/2017). Tiara dan Kirana merupakan anak kembar.
Menurut tetangga rumah korban, Bejo, kejadian berlangsung sekitar pukul 13.10 WIB. Situasi di sekitar rumah korban sebelum kejadian sepi lantaran sebagian warga pergi ke masjid untuk menunaikan salat Jumat.
"Kejadian saat selesai salat Jumat, di sini kan masih sepi. Laki-laki salat Jumat semua," kata Bejo.
Tak ada warga yang tahu kejadian itu secara persis. Pasalnya, api secara tiba-tiba terlihat berkobar di lantai dua rumah Fitri.
"Api langsung terlihat besar. Begitu kelihatan (api) serentak warga sini ambil air madamin api. Api itu tiba- tiba merambat aja," ujar Bejo.
Sekitar 20 menit kemudian, petugas pemadam kebakaran tiba untuk memadamkan api. Keempat korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di kamar mandi lantai dua.
"Mungkin semuanya sudah kejebak mas. Jadi nggak bisa turun. Kita temukan di kamar mandi. Paling biar kena air kali ya," kata Bejo.
Keempat jenazah kini dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.
Janda
Kapolsek Palmerah Komisaris Armunanto Hutahaean menduga keempat korban meninggal dunia karena luka bakar dan kehabisan oksigen.
"Korban diduga meninggal dunia karena luka bakar dan kehabisan oksigen," kata Armunanto.
Armunanto juga menjelaskan status Fitriana. Fitriana yang menyewa rumah milik Sukardi (50) itu ternyata sudah lama bercerai dengan suami. Perempuan tersebut seorang diri membesarkan anak-anaknya yang masih kecil.
"Korban Fitriana sudah pisah dengan suaminya," kata Armunanto.
Kebakaran di rumah kontrakan Fitriana diduga disebabkan korek api yang dinyalakan salah satu anaknya. [Agung Sandy Lesmana]
Menurut tetangga rumah korban, Bejo, kejadian berlangsung sekitar pukul 13.10 WIB. Situasi di sekitar rumah korban sebelum kejadian sepi lantaran sebagian warga pergi ke masjid untuk menunaikan salat Jumat.
"Kejadian saat selesai salat Jumat, di sini kan masih sepi. Laki-laki salat Jumat semua," kata Bejo.
Tak ada warga yang tahu kejadian itu secara persis. Pasalnya, api secara tiba-tiba terlihat berkobar di lantai dua rumah Fitri.
"Api langsung terlihat besar. Begitu kelihatan (api) serentak warga sini ambil air madamin api. Api itu tiba- tiba merambat aja," ujar Bejo.
Sekitar 20 menit kemudian, petugas pemadam kebakaran tiba untuk memadamkan api. Keempat korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di kamar mandi lantai dua.
"Mungkin semuanya sudah kejebak mas. Jadi nggak bisa turun. Kita temukan di kamar mandi. Paling biar kena air kali ya," kata Bejo.
Keempat jenazah kini dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.
Janda
Kapolsek Palmerah Komisaris Armunanto Hutahaean menduga keempat korban meninggal dunia karena luka bakar dan kehabisan oksigen.
"Korban diduga meninggal dunia karena luka bakar dan kehabisan oksigen," kata Armunanto.
Armunanto juga menjelaskan status Fitriana. Fitriana yang menyewa rumah milik Sukardi (50) itu ternyata sudah lama bercerai dengan suami. Perempuan tersebut seorang diri membesarkan anak-anaknya yang masih kecil.
"Korban Fitriana sudah pisah dengan suaminya," kata Armunanto.
Kebakaran di rumah kontrakan Fitriana diduga disebabkan korek api yang dinyalakan salah satu anaknya. [Agung Sandy Lesmana]
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
4 Mei Hari Pemadam Kebakaran Internasional: Kisah Tragis di Balik Seragam yang Pantang Menyerah
-
6 Cara Aman Usir Lalat Tanpa Pakai Lilin, Praktis dan Minim Risiko
-
Ribuan Al-Qur'an Masih Utuh, Begini Kronologi Rumah Anisa Rahma Kebakaran
-
Niat Usir Lalat Berujung Petaka, Ini Kronologi Rumah Anisa Rahma Dilalap Si Jago Merah
-
Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hantavirus Masuk Singapura? Dua Penumpang Kapal MV Hondius Diisolasi
-
Berada di MV Hondius, Youtuber Ruhi Cenet Bongkar Fakta Ngeri saat Hantavirus Tewaskan 3 Orang
-
Sambut HUT ke-499, Jakarta Gelar Car Free Day di Jalan Rasuna Said Minggu Pagi, Cek Titik Parkirnya!
-
Kemensos Bentuk Tim Khusus untuk Mendalami Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
-
Kutuk Aksi Cabul Ashari di Ponpes Pati, Gus Ipul: Jangan Jadikan Pesantren Kedok!
-
Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, KSP Dudung: Lindungi Korban, Tindak Tegas Pelakunya!
-
Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak