Suara.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan penyidik telah melaksanakan pra rekonstruksi kasus penyerangan air keras Novel Baswedan. Pra rekonstruksi tersebut dilakukan di kediamam Novel di kawasan Kepala Gading, Jakarta Utara pada awal Agustus 2017.
"Jadi untuk perkembangan Novel dari awal Agustus telah lakukan pra rekonstruksi," kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa (8/8/2017).
Dalam pra rekonstruksi itu polisi juga menghadirkan seorang warga berinisial E yang menjadi saksi kunci dalam kasus Novel.
Polisi meminta E memperagakan saat dirinya melihat orang tak dikenal saat ingin melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Al Ihsan di dekat kediaman Novel. Pra rekontruksi itu guna menggambarkan situasi saat sebelum dan sesudah Novel disiram air keras dua pelaku misterius yang mengendarai sepeda motor, Selasa (11/4/2017).
Sepanjang penyelidikan kasus ini, polisi sedang membuat tiga sketsa wajah terduga pelaku penyerangan Novel berdasarkan keterangan para saksi.
Satu sketsa wajah dibuat telah diumumkan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ciri-ciri berdasarkan sketsa wajah tersebut diantaranya yakni berumur sekitar 35 tahun, tinggi badan sekitar 167 sentimeter, berkulit sawo matang, bentuk kepala datar dan berambut ikal keriting lurus.
Berdasarkan hasil sketsa wajah itu, terduga pelaku juga menggunakan jaket jeans berwarna biru lusuh dengan penutup.
Selain itu, polisi juga tengah meminta bantuan Kepolisian Australia untuk memperjelas gambar terduga pelaku berdasarkan tiga unit rekaman kamera pengawas atau CCTV yang disita dari kediaman Novel.
Baca Juga: Belajar dari Kasus Munir untuk Ungkap Kasus Novel Baswedan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir