Suara.com - Ekonom senior Anwar Nasution menanggapi santai terkait hebohnya atraksi penari perut dalam peluncuran buku terbarunya yang diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017)
"Memang apa yang salah dengan tari perut? Kan sama saja ada tari Jawa, tari Bali, tari tor-tor dari Batak. Apa salahnya? Kalau memang itu sumbangannya tari perut," kata Anwar saat dihubungi suara.com, Kamis (9/8/2017).
Menurut Anwar, tidak ada yang salah jika dalam sebuah acara menampilkan penari perut. Pasalnya, penari perut merupakan bagian dari seni. Mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan ini mengaku heran kenapa atraksi tari perut itu dipermasalahkan banyak pihak.
"Kenapa ini dipermasalahkan ya? Kalau masalah pakaian yang seksi, baju tradisional lainnya juga banyak yang seksi kok. Jadi nggak usah dipermasalahkan lah," kata Anwar.
Anwar mengaku sama sekali tidak mengetahui jika dalam peluncuran buku terbarunya tersebut ada hiburan penari perut.
"Saya nggak tahu, karena saya kan bukan panitianya. anda bisa tanyakan kepada Prof Dr Rizal Jalil anggota BPK yang menjadi penggagas dan Ketua acara itu. Saya kan sakit, tangan saya sempat patah. Jadi saya serahkan ke panitia," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Begawan ekonomi Indonesia, Prof DR Anwar Nasution, membuat kehebohan di dunia maya. Itu setelah video acara peluncuran buku terbarunya yang digelar pada Senin (7/8/2017) awal pekan ini diunggah dan viral di tangan warganet.
Sebabnya, melalui video yang viral sejak Rabu (9/8/2017), acara bertema “Peluncuran Buku Anwar Nasution, Bukan Ekonomi Biasa” di Balai Kartini itu menyuguhkan hiburan yang tak lazim dalam kegiatan serupa.
Kala itu, panitia penyelenggara memberikan hiburan berupa tari perut yang eksotis kepada para pengunjung acara tersebut.
Baca Juga: Geger Peluncuran Buku Ekonom Anwar Nasution Sajikan Tari Erotis
Dalam video berdurasi 44 detik tersebut, seorang penari belly dance atau tari perut khas Timur Tengah tampak beraksi di atas panggung acara untuk memperingati 75 tahun usia sang profesor. Sang penari yang memakai busana merah itu meliuk-liukkan tubuhnya seiring musik khas ‘Padang Pasir’.
Melalui video yang viral itu juga tampak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Masuki Hadimoeljono.
Menteri Basuki tampak tertawa melihat sang penari, sebelum meninggalkan tempat acara tersebut.
Meski hiburan itu hanya tari perut, video rekaman acara tersebut mendapat banyak tanggapan negatif dari warganet.
Menurut warganet, tari perut tidak pantas dipentaskan sebagai hiburan bagi pengunjung acara peluncuran buku sang profesor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa