Suara.com - Mantan hakim Pengadilan Jakarta Pusat Syarifuddin Umar mengatakan lembaga Indonesia Corruption Watch memiliki pengaruh besar untuk menentukan nasib hakim.
"Memang yang bisa dipilih menjadi hakim tipikor, hakim yang lulus seleksi ICW, bukan formalnya di DPR diuji (atau lembaga resmi lainnya)," kata Umar saat rapat dengar pendapat umum bersama panitia khusus angket KPK di DPR, Jakarta, Senin (21/8/2017).
Umar menyebut dirinya sebagai hakim paripurna dan berpengalaman, mulai dari penanganan kasus HAM, kasus anak, tindak pidana korupsi, niaga, dan juga bertindak sebagai mediator.
Tetapi, kemudian KPK menangkap Umar dengan tuduhan pernah membebaskan terdakwa kasus korupsi.
"Bahwa ICW punya peranan soal itu. Saya ini hakim tipikor pertama tapi karena pernah membebaskan orang waktu saya di Makassar. Saya mengatakan ke Abraham (Ketua KPK) bahwa terjadi kebodohan bukan 69 perkara yang saya bebaskan, orang terdakwanya satu yang saya bebaskan," kata dia.
"Kalau Abraham dan ICW ngomong semua terdakwa harus dihukum, dan KPK tidak boleh dikriminalisasi," kata Umar.
Mahkamah Agung kemudian memberhentikan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu.
Berita Terkait
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Lebaran di KPK, Sudewo Beri Pesan Idulfitri Kepada Warga Pati
-
67 Tahanan Rayakan Idulfitri di Rutan, KPK Sediakan Layanan Khusus
-
Momen Lebaran di Rutan, KPK Izinkan 81 Tahanan Korupsi Bertemu Keluarga pada Idul Fitri 2026
-
KPK Soroti Pola Berulang Korupsi Kepala Daerah
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik
-
Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!
-
Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran
-
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis