Suara.com - Muhammad Hamidi merupakan pengemudi ojek online asal Bekasi, Jawa Barat, yang mendadak terkenal karena wajahnya mirip aktor India, Shahrukh Khan. Itu sebabnya, lelaki berumur 35 tahun itu kemudian dipanggil Kadil Khan oleh teman-temannya.
“Semenjak terkenal saya dipanggil sama orang-orang Kadil Khan,” kata Hamidi kepada Suara.com, baru-baru ini.
Hamidi menyadari wajahnya mirip Shahrukh Khan setelah beredar film India berjudul Kuch Kuch Hota Hai. Keluarga, bahkan tetangganya sampai tak percaya.
Ketika ditemui Suara.com, dia tak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Dia menceritakan pengalaman tahun 1999 ketika sedang menumpang kereta api jurusan Bekasi.
“Waktu itu tahun 1999, saya dikejar 20 anak SMP yang pada ingin kenalan. Waktu itu aku memang pakai celana Levis, tas dan kacamata pokoknya mirip banget sama Shahrukh Khan,” katanya.
Menurut dia jika wajahnya dilihat dari arah samping kanan, akan terlihat sekali kemiripan itu.
“Kalau foto dari sebelah kanan kelihatan mirip, tapi kalau dari depan agak kurang,” katanya.
Bergabung dengan manajemen
Saat ini, Hamidi bergabung dengan management Awas Barang Palsu yang dinaungi oleh Triwarsana milik Helmy Yahya Production.
Walau sudah jadi "artis" dan bergabung dengan management yang membidangi orang-orang yang mirip dengan tokoh publik, Hamidi tetap menjalani pekerjaannya sebagai penjual jasa ojek. Dia punya alasan kuat sehingga tetap menyintai pekerjaan yang ditekuninya sejak 2015.
“Wajah saya booming lagi dibilang mirip Shahrukh Khan pas saya jadi Gojek, makanya saya tidak mau meninggalkan Gojek. Jadi walaupun saya sudah jadi artis, Gojek tetap saya lakukan jika tidak ada job,” tuturnya.
Belakangan, foto Hamidi viral di media sosial. Ternyata ada orang yang memotretnya, lalu memposting di internet.
Semenjak itu, hampir setiap kali menemui konsumen, dia diajak foto bareng dulu. Dia bersyukur punya kelebihan.
“Kalau saya lagi Gojek, terus ketemu sama Gojek-Gojek lainnya saya pernah sampai nggak buka helm. Karena kalau buka helm nanti jadi ramai,” ujarnya.
Ayah dari empat orang anak mengaku rumahnya sering didatangi juru warta untuk minta wawancara. Bahkan, kata dia, pernah ada wartawan yang mencarinya sampai dua hari dan belum ketemu-ketemu juga.
Berita Terkait
-
Shah Rukh Khan dan Deepika Padukone Kembali Bersatu di Film King
-
Shah Rukh Khan Sakit Apa? Mendadak Dilarikan ke RS Saat India Diterpa Cuaca Panas Ekstrem
-
Aishwarya Rai Dikeluarkan dari 5 Film Bollywood, Salman Khan Jadi Penyebab?
-
Sushmita Sen Tak Pernah Tahu Akan Dipasangkan dengan Shah Rukh Khan di Film Main Hoon Na
-
Ultah ke-58, Rumah Shah Rukh Khan Dibanjiri Ribuan Penggemar
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!