Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Idrus Marham katakan pemecatan Ahmad Doli Kurnia oleh partai berlambang pohon beringin, sudah melalui proses dan prosedur yang ada.
"Pemecatan itu dilakukan setelah melalui proses yang agak panjang," kata Idrus di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (1/9/2017).
Pemecatan Doli berdasarkan sikap yang ia tunjukkan kepada DPP Partai Golkar yang dinilai sudah berada di luar garis ketentuan partai. Sehingga ditanggapi oleh sejumlah petinggi DPP partai, dan berujung pemecatan.
Menurut Idrus, pada mulanya partai hanya menganggap dinamika biasa yang terjadi di internal Golkar, saat sejumlah kader melakukan gerakan Golkar Bersih yang dikomandoi oleh Doli.
Mereka juga meminta supaya Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto dinonaktifkan dari jabatan Ketua Umum karena tersangkut kasus dugaan korupsi e-KTP. Sampai di situ, partai masih menganggap sebagai dinamika biasa.
"Meskipun sudah diambil keputusan dari Rapimnas melalui DPP Partai Golkar pada tanggal 18 Juli, tidak akan ada Munaslub dan kita masih mengharapkan Setya Novanto tetap memimpin Partai Golkar," tutur Idrus.
Namun, gerakan tersebut bertambah luas hingga melibatkan pihak lain di luar partai. Sebab itulah DPP harus melakukan pemecatan pada Doli.
"Gerakannya ini sudah melibatkan orang, melibatkan lembaga lainnya, melibatkan Ketua Mahkamah Agung, melibatkan Komisi Yudisial dan lain sebagainya. Tentu ini persoalannya lain lagi," ujar Idrus.
Bahkan, Doli bersama Grakan Muda Partai Golkar yang dipimpinya juga memonopoli forum akademik untuk melancarkan tujuannya.
Baca Juga: Ini Jurus Golkar Untuk Menangkan Jokowi di Pilpres 2019
"Forum akademik dieksploitasi. Itu promosi doktor adalah seorang kader Partai Golkar yang sama sekali tidak ada relevansinya. Itu dihadiri Ketua MA sebagak penguji, saya kira tidak ada relevansinya tetapi ini tetap didorong," tutur Idrus.
DPP juga sudah melayangkan surat teguran kepada Doli. Namun tidak pernah dihindahkan. Bahkan, mereka menggelar sejumlah aksi massa di depan Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial dan Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Maka setelah itu, semua aspirasi yang ada dai Dewan Kehormatan, Dewan Pembina, dan Dewan Pakar bahwa tidak bisa kita biarkan kader yang tidak lagi memperhatikan sistem dan aturan-aturan partai," kata Idrus.
Niat yang baik untuk memajukan partai ini harus dilakukan dengan cara-cara yang baik. Yaitu melalui mekanisme-mekanisme organisasi yang sudah diatur oleh AD ART kita," Idrus menambahkan.
Idrus juga mengatakan pemecatan Ahmad Doli dari partai berlambang pohon beringin tidak akan berfek pada perpecahan internal partai seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
"Saya kira tidak ada (perpecahan). Ini hanya satu dua orang saja. Tak ada perpecahan, semua solid," kata Idrus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Perjalanan Kereta di Stasiun Gambir dan Senen Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Bekasi
-
KAI: 4 Penumpang Tewas dan 79 Luka-Luka Imbas Tragedi Stasiun Bekasi Timur
-
Dudung Jadi KSP-Qodari Pimpin Bakom, DPR: Hak Prerogatif Presiden Sesuai Kapabilitas
-
Kapal Mewah Rp8 T Milik Taipan Rusia Tembus Blokade Hormuz, AS Gak Berani Nyerang
-
Berteman dengan George W Bush, Megawati Cerita saat Menolak Serangan AS Terhadap Irak
-
Kasus Daycare Little Aresha: Polisi Dalami Dugaan Pemberian Obat Penenang dan Kekerasan Seksual!
-
Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu
-
Tinjau Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Anggota DPR Sudjatmiko: Situasi Sangat Mencekam
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 29 Korban Dievakuasi, 6-7 Orang Masih Terjepit