News / Metropolitan
Rabu, 11 Maret 2026 | 09:00 WIB
Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta dan Georgetown SFS Asia Pacific (GSAP). (dok. ist)
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta melalui Bappeda menjalin PKS dengan Yayasan Georgetown Asia Pacific untuk riset kebijakan pembangunan berbasis data.
  • Kolaborasi strategis ini bertujuan mendukung visi Jakarta masuk Top 50 Global Cities pada tahun 2030 mendatang.
  • Kerja sama lima tahun ini meliputi penyediaan data oleh Pemprov dan pelaksanaan riset oleh GSAP dengan menjaga independensi akademik.

Suara.com - Jakarta terus memperkuat langkah menuju salah satu kota global paling berpengaruh di dunia. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Georgetown Asia Pacific untuk memperkuat riset kebijakan pembangunan berbasis data.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta Atika Nur Rahmania dan Founding Rector Georgetown SFS Asia Pacific (GSAP) sekaligus Ketua Pengurus Yayasan Georgetown Asia Pacific, Prof. Yuhki Tajima. GSAP sendiri merupakan institusi pendidikan berbasis di Jakarta yang merupakan bagian dari Georgetown University, Amerika Serikat.

Kolaborasi ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung visi Jakarta untuk masuk dalam Top 50 Global Cities pada tahun 2030. Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan mengembangkan riset kebijakan pembangunan yang lebih komprehensif dan berbasis data guna menjawab berbagai tantangan perkotaan.

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania mengatakan kolaborasi dengan institusi akademik internasional menjadi bagian penting dalam memperkuat proses perumusan kebijakan pembangunan yang lebih terukur dan berkelanjutan.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat proses perumusan kebijakan pembangunan Jakarta yang lebih berbasis data dan penelitian, sehingga mampu menjawab tantangan perkotaan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Atika.

Sementara itu, Prof. Yuhki Tajima menilai kemitraan antara pemerintah dan institusi akademik memiliki peran penting dalam menghasilkan kebijakan publik yang lebih berkualitas.

“Kemitraan ini membuka ruang bagi pengembangan kebijakan berbasis riset melalui pendekatan ilmiah dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” jelasnya.

Dalam implementasinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyediakan data yang relevan, memfasilitasi koordinasi serta perizinan penelitian, dan mendukung pelaksanaan riset di lapangan. Sementara itu, GSAP akan menjalankan penelitian, menyusun laporan serta rekomendasi kebijakan, sekaligus memberikan kontribusi keahlian akademik untuk memperkuat ekosistem penelitian di Jakarta.

Kedua pihak juga sepakat menjaga independensi akademik dalam setiap proses penelitian, guna memastikan integritas metode, analisis, serta hasil riset yang dihasilkan.

Baca Juga: Video Penyerangan Petasan ke Toko Tramadol Viral, Polisi Gerebek Kios dan Sita Ratusan Pil

Kemitraan strategis ini akan berlangsung selama lima tahun. Melalui kolaborasi tersebut, Bappeda DKI Jakarta dan Georgetown SFS Asia Pacific diharapkan dapat memperkuat ekosistem kebijakan publik berbasis bukti sekaligus mendorong inovasi dalam tata kelola pembangunan perkotaan, sebagai bagian dari langkah Jakarta menuju Top 50 Global Cities.

Load More