- Pemprov DKI Jakarta melalui Bappeda menjalin PKS dengan Yayasan Georgetown Asia Pacific untuk riset kebijakan pembangunan berbasis data.
- Kolaborasi strategis ini bertujuan mendukung visi Jakarta masuk Top 50 Global Cities pada tahun 2030 mendatang.
- Kerja sama lima tahun ini meliputi penyediaan data oleh Pemprov dan pelaksanaan riset oleh GSAP dengan menjaga independensi akademik.
Suara.com - Jakarta terus memperkuat langkah menuju salah satu kota global paling berpengaruh di dunia. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Georgetown Asia Pacific untuk memperkuat riset kebijakan pembangunan berbasis data.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta Atika Nur Rahmania dan Founding Rector Georgetown SFS Asia Pacific (GSAP) sekaligus Ketua Pengurus Yayasan Georgetown Asia Pacific, Prof. Yuhki Tajima. GSAP sendiri merupakan institusi pendidikan berbasis di Jakarta yang merupakan bagian dari Georgetown University, Amerika Serikat.
Kolaborasi ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung visi Jakarta untuk masuk dalam Top 50 Global Cities pada tahun 2030. Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan mengembangkan riset kebijakan pembangunan yang lebih komprehensif dan berbasis data guna menjawab berbagai tantangan perkotaan.
Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania mengatakan kolaborasi dengan institusi akademik internasional menjadi bagian penting dalam memperkuat proses perumusan kebijakan pembangunan yang lebih terukur dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat proses perumusan kebijakan pembangunan Jakarta yang lebih berbasis data dan penelitian, sehingga mampu menjawab tantangan perkotaan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Atika.
Sementara itu, Prof. Yuhki Tajima menilai kemitraan antara pemerintah dan institusi akademik memiliki peran penting dalam menghasilkan kebijakan publik yang lebih berkualitas.
“Kemitraan ini membuka ruang bagi pengembangan kebijakan berbasis riset melalui pendekatan ilmiah dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” jelasnya.
Dalam implementasinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyediakan data yang relevan, memfasilitasi koordinasi serta perizinan penelitian, dan mendukung pelaksanaan riset di lapangan. Sementara itu, GSAP akan menjalankan penelitian, menyusun laporan serta rekomendasi kebijakan, sekaligus memberikan kontribusi keahlian akademik untuk memperkuat ekosistem penelitian di Jakarta.
Kedua pihak juga sepakat menjaga independensi akademik dalam setiap proses penelitian, guna memastikan integritas metode, analisis, serta hasil riset yang dihasilkan.
Baca Juga: Video Penyerangan Petasan ke Toko Tramadol Viral, Polisi Gerebek Kios dan Sita Ratusan Pil
Kemitraan strategis ini akan berlangsung selama lima tahun. Melalui kolaborasi tersebut, Bappeda DKI Jakarta dan Georgetown SFS Asia Pacific diharapkan dapat memperkuat ekosistem kebijakan publik berbasis bukti sekaligus mendorong inovasi dalam tata kelola pembangunan perkotaan, sebagai bagian dari langkah Jakarta menuju Top 50 Global Cities.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya
-
Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
-
Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan