Suara.com - Puluhan warga Sampang, Jawa Timur, gagal menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun ini, karena menggunakan visa ziarah, sehingga mereka dilarang masuk Kota Makkah.
Menurut salah seorang calon haji Salamin Lidin Asim (40) dan Zubaidah Umar Margito (38), asal Desa Rapa Laok, Kecamatan Omben, mereka mendaftar haji melalui Biro Travel Haji dan Umroh plus di PT Bhakti Ananda Putri.
"Promosi dari perusahaan itu menyebutkan bahwa selain lebih cepat, juga bisa keliling ke beberapa negara," kata Salamin di Sampang, Minggu.
Ia menuturkan, karena promosi itu, dirinya dan keluarganya tertarik untuk mendaftar haji melalui Biro Travel Haji dan Umroh itu, kendati uang yang harus dikeluarkan jauh lebih mahal, yakni Rp210 juta untuk dua orang.
Ponakan Salamin, Noralisa menuturkan, pamannya berangkat ke Tanah Suci Mekkah pada 27 Agustus 2017 dari Bandara Internasional Juanda Surabaya.
"Saya dan beberapa keluarga mengantar langsung keberangkatan paman di sana," katanya, menuturkan.
Sejak di Bandara Internasional Juanda, ia telah menaruh curiga kepada pihak travel, karena semua calon haji yang mendaftar melalui Biro Jasa Travel itu dilarang menggunakan atribut haji.
Para calon haji juga dimintai biaya tembahan sebesar Rp10 juta per orang dengan dalih untuk membayar "dam/denda" karena ada kesalahan administrasi.
Para calhaj ini, tidak langsung menuju ke Jeddah, akan tetapi mampir terlebih dahulu ke negara, seperti Singapura, kemudian New Delhi India, dan ke Abu Dhabi Uni Emirat Arab.
"Paman saya dan para calon haji lainnya yang jumlah puluhan orang itu, tertahan di Abu Dabi ini, dan tidak bisa masuk ke Mekkah, karena belakangan diketahui bahwa visa yang digunakan adalah visa ziarah," kata Noralisa menuturkan.
Menurut Noarlisa, pamannya dan beberapa calon haji lainnya percaya mendaftarkan diri melalui Biro Travel Haji dan Umroh dari PT Bhakti Ananda Putri itu, karena pengelolanya merupakan ulama pengasuh salah satu pondok pesantren di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang dikenal alim dan memiliki banyak santri.
"Jadi paman, dan para calon haji lainnya percaya, ternyata faktanya seperti ini, malah jemaah ditelantarkan," ucap Noralisa, tanpa menyebutkan nama ulama dimaksud.
Sementara itu, Kasi Haji dan Umroh Kamenag Sampang Syamsuri menyatakan, kasus gagalnya pelaksanaan ibadah haji yang menimpa sekitar 40 orang calon haji asal Sampang itu, bukan tanggung jawab institusinya.
"Itu bukan tanggung jawab kami, karena kami hanya menangani haji reguler, yakni haji yang resmi ditangani oleh pemerintah, bukan melalui PT," katanya per telepon, Minggu malam. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi