Pemerintah Meksiko pada Kamis (7/9/2017) mengatakan pihaknya telah memulangkan duta besar Korea Utara untuk Meksiko sebagai protes atas uji coba nuklir. Ini adalah sebuah langkah tak biasa yang membuat mereka menjadi lebih sejalan dengan Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, pemerintah Meksiko mengatakan Dubes Kim Hyong-gil telah diberi waktu waktu 72 jam meninggalkan Meksiko untuk menunjukkan "penolakan mutlak" terhadap aktivitas nuklir Korut baru-baru ini, yang merupakan ancaman serius bagi wilayah dan dunia.
Meksiko secara tradisional berusaha menghindari pertikaian diplomatik, namun dalam beberapa bulan terakhir ini telah bersikap tegas untuk mengutuk pemerintah Venezuela dan Korut saat kedua negara tersebut meningkatkan isolasi internasional.
Meski menghadapi hubungan yang tidak mulus dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena ancamannya untuk merobek-robek perjanjian North American Free Trade Agreement (NAFTA), Meksiko telah mendukung AS secara diplomatis mengenai isu-isu yang tidak berpengaruh pada pemerintahannya.
"Kegiatan nuklir Korut merupakan risiko serius bagi perdamaian dan keamanan internasional dan merupakan ancaman bagi negara-negara di kawasan ini, termasuk sekutu fundamental Meksiko seperti Jepang dan Korea Selatan," kata pemerintah Meksiko.
Langkah yang dilakukan Meksiko tersebut menyusul gelombang kecaman internasional terhadap Korut yang meluncurkan misil berulang kali dalam beberapa pekan terakhir dan menaikkan ketegangan lagi setelah sebuah uji coba nuklir pada Minggu.
Seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri Meksiko mencatat sikap pemerintahan Presiden Enrique Pena Nieto tersebut tidak melanggar hubungan diplomatik dengan Korut. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil