News / Internasional
Sabtu, 09 September 2017 | 03:00 WIB
Korea Utara kembali menggelar uji coba rudal balistik antarbenua yang bisa membawa hulu ledak nuklir, Rabu (5/7).

Pemerintah Meksiko pada Kamis (7/9/2017) mengatakan pihaknya telah memulangkan duta besar Korea Utara untuk Meksiko sebagai protes atas uji coba nuklir. Ini adalah sebuah langkah tak biasa yang membuat mereka menjadi lebih sejalan dengan Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, pemerintah Meksiko mengatakan Dubes Kim Hyong-gil telah diberi waktu waktu 72 jam meninggalkan Meksiko untuk menunjukkan "penolakan mutlak" terhadap aktivitas nuklir Korut baru-baru ini, yang merupakan ancaman serius bagi wilayah dan dunia.

Meksiko secara tradisional berusaha menghindari pertikaian diplomatik, namun dalam beberapa bulan terakhir ini telah bersikap tegas untuk mengutuk pemerintah Venezuela dan Korut saat kedua negara tersebut meningkatkan isolasi internasional.

Meski menghadapi hubungan yang tidak mulus dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena ancamannya untuk merobek-robek perjanjian North American Free Trade Agreement (NAFTA), Meksiko telah mendukung AS secara diplomatis mengenai isu-isu yang tidak berpengaruh pada pemerintahannya.

"Kegiatan nuklir Korut merupakan risiko serius bagi perdamaian dan keamanan internasional dan merupakan ancaman bagi negara-negara di kawasan ini, termasuk sekutu fundamental Meksiko seperti Jepang dan Korea Selatan," kata pemerintah Meksiko.

Langkah yang dilakukan Meksiko tersebut menyusul gelombang kecaman internasional terhadap Korut yang meluncurkan misil berulang kali dalam beberapa pekan terakhir dan menaikkan ketegangan lagi setelah sebuah uji coba nuklir pada Minggu.

Seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri Meksiko mencatat sikap pemerintahan Presiden Enrique Pena Nieto tersebut tidak melanggar hubungan diplomatik dengan Korut. (Antara)

Load More