Suara.com - Sidang praperadilan yang diajukan tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el Setya Novanto, akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/9/2017) hari ini.
Humas Pengadilan Jakarta Selatan I Made Sutrisna mengatakan, sidang akan dimulai pukul 09.00 WIB. Sidang akan dipimpin oleh Hakim Tunggal Chappy Iskandar.
Sidang praperadilan Novanto terdapat dengan nomor registrasi perkara 97/Pid.Prap/2017/PN Jak.Sel.
"Hari ini, ada sidang (Praperadilan Novanto). Sidang dimulai pukul 09.00 WIB. Tapi, belum dipastikan apakah pemohon (Setnov) dan KPK (termohon) bakal hadir dalam sidang ini," ujar Made di PN Jaksel, Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Selasa pagi.
Ia mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya sudah menyatakan bakal menghadiri sidang perdana tersebut.
Namun, hingga kekinian, PN Jakarta Selatan belum mendapat konfirmasi kehadiran KPK maupun Ketua DPR tersebut.
Setnov juga belum dipastikan hadir, setelah sehari sebelumnya, Senin (11/9), dirinya mangkir dari pemeriksaan KPK dengan alasan mendadak sakit seusai berolahraga.
”Kalaupun pemohon (Setnov) tak hadir, tak bakal berpengaruh terhadap persidangan. Dia bisa diwakili kuasa hukumnya,” tuturnya.
Pantauan Suara.com, hingga pukul 09.47 sidang belum dimulai. Namun, awak media dan sejumlah pendukung Novanto sudah menunggu di dalam ruang sidang.
Baca Juga: Kapal Cahaya Nirmala II Tenggelam, Penumpang 4 Jam Terapung-apung
KPK telah menetapkan Novanto sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional tahun 2011-2012 pada Kemendagri pada Senin (17/7/2017).
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun