Suara.com - Bupati Purwakarta merancang sendiri taman-taman yang ada di Kabupaten Purwakarta. Daerah yang dia pimpin selama hampir 10 tahun itu berkembang menjadi kota yang ramah dengan alam.
Tidak ada jumlah pasti taman-taman yang ada sana, sebab ruang terbuka hijau tersebar di kabupaten seluas 971.7 kilometer persegi itu. Bupati mengatakan banyak taman kecil yang terhampar luas, sementara ada 9 taman buatan yang dia desain sendiri.
"Jika yang besar baru ada 9 taman. Jika taman kecil yang tersebar se-Purwakarta jumlahnya ribuan," kata Bupati saat berbincang dengan suara.com di kantornya pekan lalu.
Berlatar belakang sebagai 'orang hukum', alumnus Sekolah Tinggi Hukum (STH) Purnawarman itu tidak berlajar khusus untuk mendesain taman-taman yang ada di Purwakarta. Dia memahami arsitektur adalah pengetahuan yang tumbuh secara alami di setiap orang.
"Jadi meski ada seseorang yang merancang taman itu bukan arsitek, tapi dia memiliki kepekaan rasa yang tinggi maka dia mampu berinovasi menciptakan sesuatu, yang lain tinggal nyuruh saja," kata dia.
"Purwakarta terdiri dari desa-desa yang terhampar luas di seluruh Kabupaten Purwakarta. Wilayah ini juga terdiri dari hutan belantara dan aliran sungai kecil yang berkelok-kelok. Jika masuk ke kota, di sana dibuat taman-taman yang dibuat, karena kota tidak seindah desa" lanjutnya.
Saat ini, kondisi kabupaten yang mengedepankan spirit budaya dalam pembangunannya itu lebih terlihat indah. Pemkab setempat sejak beberapa tahun ini memanfaatkan ruang terbuka hijau (RTH) untuk dihias sedemikian rupa menjadi sebuah taman-taman yang indah.
Sebut saja salah satunya, yang belum lama ini. Yakni, Taman Sri Baduga (Situ Buleud). Selain Situ Buleud, pemkab pun menyulap beberapa lokasi sudut kota menjadi sebuah taman-taman indah dengan berbagai bunga dan fasilitas penunjang lainnya. Saat ini, sudah ada sekitar 45 taman indah yang telah dibangun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular