Suara.com - Ada kabar gembira bagi penggemar Valentino Rossi di Indonesia. Juara dunia sembilan kali itu sudah bisa kembali berlatih seusai alami patah kaki kanan pada 31 Agustus lalu.
Kabar kembalinya Rossi ke lintasan aspal dikonfirmasi timnya, Movistar Yamaha. Melalui situs resminya, pihak Yamaha menyatakan Rossi telah melakukan uji coba di Sirkuit Misano, San Marino, Senin (18/9/2017) siang waktu setempat.
Namun, pada sesi tes itu Rossi tidak menunggangi motor utamanya di lintasan MotoGP: Yamaha YZR-M1. Melainkan, Rossi menjajal motor Yamaha YZF-R1 yang biasa digunakan untuk di jalan raya.
Kabarnya, Rossi hanya bisa melahap empat putaran pada sesi tes tersebut menyusul hujan yang mengguyur Sirkuit Misano.
"Hari ini (Senin--red) juara dunia sembilan kali mendapat tingkat kebugaran untuk jalani tes dan berhasil menyelesaikan beberapa putaran di Sirkuit Misano dengan YZF-R1M, sebelum hujan mengganggu uji coba," demikian pernyataan pihak Yamaha.
"Karena sesi tes ini hanya singkat karena perubahan cuaca, evaluasi kondisi fisik Rossi jadi tidak optimal. Dia akan memutuskan Rabu nanti, 20 September, apakah akan berusaha ambil bagian dalam balapan di Aragon akhir pekan ini," lanjut pihak Yamaha.
Sebelumnya, Rossi diperkirakan harus absen 30-40 hari usai alami kecelakaan saat latihan motocross di Urbino, Italia, akhir Agustus lalu.
Yamaha sendiri telah menyiapkan Michael van der Mark sebagai pengganti Rossi jika pebalap asal Italia itu absen pada balapan di Aragon, Spanyol.
Baca Juga: Wantimpres: Prioritaskan Pembangunan Ketimbang Ribut Soal PKI
Foto: Valentino Rossi bersama Michael van der Mark. [Instagram@michaelvdmark]
The Doctor, julukan Rossi, menempati peringkat keempat di klasemen pebalap dengan koleksi 157 poin.
Dia terpaut 42 poin dari Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Dovizioso (Ducati) yang berbagi puncak klasemen setelah keduanya sama-sama mengoleksi 199 poin.
Berita Terkait
-
Transfer Pembalap Terlalu Cepat, Joan Mir Takut Salah Ambil Keputusan
-
MotoGP Tes Buriram 2026: Fabio Quartararo Frustrasi dengan Mesin V4 Yamaha
-
Terpopuler: Biaya Ganti Baterai Mobil Hybrid, Update Harga Yamaha Aerox Februari 2026
-
Pilihan Warna Baru Royal Iron dan Prime Gray Yamaha Grand Filano Hybrid yang Makin Kalcer
-
Warna Baru Yamaha Grand Filano Hybrid yang Makin Stylish untuk Anak Muda
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak