Asap mulai mengepul dari kawah Gunung Agung dari Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Selasa (19/9). [Antara]
Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebutkan sebanyak 1.259 warga Kabupaten Karangasem mengungsi menyusul peningkatan aktivitas Gunung Agung. Gunung Agung kini berstatus siaga.
"Meskipun kepala daerah setempat belum memerintahkan secara resmi, namun warga sudah banyak mengungsi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (21/9/2017).
Menurut Sutopo berdasarkan data sementara dari Pusat Pengendalian Operasi BPBD Provinsi Bali, saat ini terdapat 1.259 pengungsi yang tersebar di tiga kabupaten, yakni Buleleng, Klungkung, dan Karangasem.
Dia menjelaskan di pos pengungsian Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, terdapat 222 jiwa pengungsi, yaitu 124 jiwa laki-laki dan 98 jiwa perempuan yang berasal dari Dusun Pengalusan, Belong, Bunga, dan Pucang.
Aula kantor Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, sebanyak 114 jiwa yang berasal dari Dusun Bahel, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu.
Gudang milik Dewa Nyoman Rai di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, sebanyak 42 jiwa berasal dari Dusun Panda Sari, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu.
Pengungsi mandiri di rumah warga atau kerabatnya sebanyak 23 jiwa di Desa Tembok dan 18 jiwa di Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.
Di Kabupaten Klungkung, pengungsi tercatat berada di pos pengungsi GOR Swecaparu, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung sebanyak 378 jiwa yang berasal dari Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.
Dari 378 jiwa, mereka berada di GOR Swecepura sebanyak 84 kepala keluarga atau 327 jiwa yaitu 143 orang pria dan 184 orang perempuan dan 14 KK atau 51 jiwa terdiri dari 19 orang pria dan 32 orang perempuan yang melakukan evakuasi mandiri dan tinggal di kerabatnya.
Selain itu di Wantilan Pura Puseh Tebola, Desa Sidemen, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, sebanyak 292 jiwa yang berasal dari Dusun Sebun dan Dusun Sogra.
Pos pengungsian lainnya yaitu di Balai Banjar Desa Adat Sanggem, Desa Sangkan, Kabupaten Karangasem, sebanyak 170 jiwa yang berasal dari Banjar Dinas Yehe dan Sebudi.
Sutopo mengatakan pendataan pengungsi masih terus dilakukan dan diperkirakan jumlahnya terus bergerak naik.
"Jumlah pengungsi diperkirakan terus bertambah mengingat belum semua data dilaporkan ke Pusdalops BPBD Bali. Sebagian besar masyarakat mengungsi karena pengalaman masa lalu saat Gunung Agung meletus tahun 1963," kata Sutopo.
BNPB mencatat jumlah penduduk di Kawasan Rawan Bencana III sesuai radius yang ditetapkan terdapat 49.485 jiwa yang berasal dari enam desa di Kabupaten Karangasem yaitu Desa Jungutan dan Desa Buana Giri di Kecamatan Bebandem, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Desa Dukuh, dan Desa Ban Kecamatan Kubu.
Pemerintah Kabupaten Karangasem dan Pemerintah Provinsi Bali masih menyiapkan sarana dan prasarana pengungsian.
Titik pengungsian sudah ditetapkan termasuk mendirikan tenda, fasilitas mandi cuci kakus, dapur umum, logistik, kendaraan evakuasi dan lainnya masih terus disiapkan oleh berbagai pihak baik dari BPBD, TNI, Polri, SKPD, PMI, relawan dan instansi terkait lainnya.
"Meskipun kepala daerah setempat belum memerintahkan secara resmi, namun warga sudah banyak mengungsi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (21/9/2017).
Menurut Sutopo berdasarkan data sementara dari Pusat Pengendalian Operasi BPBD Provinsi Bali, saat ini terdapat 1.259 pengungsi yang tersebar di tiga kabupaten, yakni Buleleng, Klungkung, dan Karangasem.
Dia menjelaskan di pos pengungsian Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, terdapat 222 jiwa pengungsi, yaitu 124 jiwa laki-laki dan 98 jiwa perempuan yang berasal dari Dusun Pengalusan, Belong, Bunga, dan Pucang.
Aula kantor Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, sebanyak 114 jiwa yang berasal dari Dusun Bahel, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu.
Gudang milik Dewa Nyoman Rai di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, sebanyak 42 jiwa berasal dari Dusun Panda Sari, Desa Dukuh, Kecamatan Kubu.
Pengungsi mandiri di rumah warga atau kerabatnya sebanyak 23 jiwa di Desa Tembok dan 18 jiwa di Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.
Di Kabupaten Klungkung, pengungsi tercatat berada di pos pengungsi GOR Swecaparu, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung sebanyak 378 jiwa yang berasal dari Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.
Dari 378 jiwa, mereka berada di GOR Swecepura sebanyak 84 kepala keluarga atau 327 jiwa yaitu 143 orang pria dan 184 orang perempuan dan 14 KK atau 51 jiwa terdiri dari 19 orang pria dan 32 orang perempuan yang melakukan evakuasi mandiri dan tinggal di kerabatnya.
Selain itu di Wantilan Pura Puseh Tebola, Desa Sidemen, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, sebanyak 292 jiwa yang berasal dari Dusun Sebun dan Dusun Sogra.
Pos pengungsian lainnya yaitu di Balai Banjar Desa Adat Sanggem, Desa Sangkan, Kabupaten Karangasem, sebanyak 170 jiwa yang berasal dari Banjar Dinas Yehe dan Sebudi.
Sutopo mengatakan pendataan pengungsi masih terus dilakukan dan diperkirakan jumlahnya terus bergerak naik.
"Jumlah pengungsi diperkirakan terus bertambah mengingat belum semua data dilaporkan ke Pusdalops BPBD Bali. Sebagian besar masyarakat mengungsi karena pengalaman masa lalu saat Gunung Agung meletus tahun 1963," kata Sutopo.
BNPB mencatat jumlah penduduk di Kawasan Rawan Bencana III sesuai radius yang ditetapkan terdapat 49.485 jiwa yang berasal dari enam desa di Kabupaten Karangasem yaitu Desa Jungutan dan Desa Buana Giri di Kecamatan Bebandem, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Desa Dukuh, dan Desa Ban Kecamatan Kubu.
Pemerintah Kabupaten Karangasem dan Pemerintah Provinsi Bali masih menyiapkan sarana dan prasarana pengungsian.
Titik pengungsian sudah ditetapkan termasuk mendirikan tenda, fasilitas mandi cuci kakus, dapur umum, logistik, kendaraan evakuasi dan lainnya masih terus disiapkan oleh berbagai pihak baik dari BPBD, TNI, Polri, SKPD, PMI, relawan dan instansi terkait lainnya.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
-
WNA Korea Selatan yang Hilang Di Gunung Agung Ditemukan Tewas di Jurang Berbatu
-
Karya Aci Purnama Kasa, Jalur ke Pura Pengubengan Ditutup Sementara
-
Sempat Terkendala Cuaca Ekstrim, Tim SAR Lanjutkan Proses Evakuasi Jenazah di Gunung Agung
-
6 Potret Tempat Pernikahan BCL & Tiko Aryawardhana: Super Mewah dengan View Gunung Agung, Ini Prediksi Harganya
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan