Suara.com - Pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akan kembali menghadapi duet Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen di semifinal Jepang Terbuka 2017, setelah beberapa hari lalu kedua pasangan bertarung untuk gelar Korea Terbuka.
Berdasarkan laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dipantau di Jakarta, mencatat kepastian tersebut didapatkan selepas kedua pasangan memperoleh hasil positif pada laga perempat final di Tokyo Metropolitan Gymnasum, Jumat (22/9/2017).
Sementara Marcus/Kevin menumbangkan Kim Astrup/Anders Skaarp Rasmussen (Denmark) 21-19, 22-20, Boe/Mogensen menundukan kompatriotnya Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding 21-17, 21-19.
Pertandingan ini bisa dibilang menjadi yang ditunggu-tunggu, khususnya oleh pendukung dari kedua negara, karena selain dalam setiap pertemuannya, kedua pasangan ini selalu menyajikan atraksi pertandingan yang menegangkan, mereka juga selalu bersaing di peringkat lima besar dunia bersama Li Junhui/Liu Yuchen (China) untuk menjadi yang utama.
Dalam rekor pertemuan, Marcus/Kevin masih kalah mentereng dibanding Boe/Mogensen di mana mereka hanya berhasil membukukan satu kemenangan berbanding empat keunggulan duet Denmark bahkan tiga diantaranya dicetak di tiga pertemuan terakhir kedua pasangan.
Di pertemuan terakhir sendiri di Seoul, Korea Selatan, Marcus/Kevin harus menelan kekalahan di final Korea Terbuka 2017 setelah bertarung tiga gim berkesudahan 19-21, 21-19, 15-21.
"Pertandingan besok pasti akan seru, karena mereka pengalamannya kan banyak, jadi pasti lebih seru di lapangan. Lebih ribet mainnya. Yang penting banyak enjoy aja dan nggak kebawa pikiran," kata Marcus dalam keterangannya.
Pasangan tersebut mengaku tidak ingin memikirkan terlalu jauh bahkan soal catatan buruk mereka di pertemun terakhir kala bersua duet Denmark. Mereka hanya ingin melakukannya selangkah demi selangkah.
"Kami ingin lebih siap mental, lebih tenang dan mau capek," ujar Kevin.
Adapun dalam pertarungan perempat final, Marcus/Kevin berhasil mendominasi permainan di gim pembuka dan mengakhirinya tanpa kesulitan yang berarti dari Astrup/Rasmusen.
Perlawanan duet Denmark baru terasa di gim kedua yang terlihat pasangan Indonesia beberapa kali berada dibawah perolehan angka Astrup/Rasmusen.
Dalam kondisi masih tertinggal di gim poin untuk duet Denmark, 18-20, Marcus/Kevin kembali menemukan tajinya berhasil melesat dengan mengumpulkan empat angka beruntun yang membuat mereka mendapatkan gim kedua dengan 22-20 sekaligus menyegel tiket semifinal.
"Kami punya bekal menang di gim pertama. Jadi kalau sejelek-jeleknya game kedua kalah, kami masih ada game ketiga. Saat ketinggalan itu yang bikin kami fokus untuk merebut poin sebanyak-banyaknya," kata Kevin. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan