- CENTCOM menyatakan lebih dari 50.000 tentara gabungan AS-Israel terlibat dalam operasi militer skala besar sejak Sabtu (28/2/2026).
- Operasi "Epic Fury" telah menyerang hampir 2.000 target di Iran, menghancurkan kekuatan maritim mereka, termasuk 17 kapal perang.
- Serangan ini menyebabkan kematian Ayatollah Ali Khamenei dan total 787 korban jiwa di Iran akibat eskalasi konflik tersebut.
Suara.com - Komando Pusat Amerika Serikat (AS), atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di wilayah Timur Tengah, secara resmi menyatakan bahwa lebih dari 50.000 tentara telah dikerahkan dalam serangan gabungan berskala besar antara AS dan Israel terhadap Iran.
Operasi militer yang berlangsung sejak Sabtu (28/2/2026) ini menandai eskalasi konflik paling tajam di kawasan tersebut dalam beberapa dekade terakhir.
Komandan CENTCOM, Jenderal Brad Cooper, memberikan rincian kekuatan militer yang dilibatkan melalui pesan video yang dilansir oleh Anadolu Agency pada Rabu (4/3/2026).
Cooper mengungkapkan bahwa kekuatan tempur Amerika Serikat tidak hanya mengandalkan puluhan ribu personel angkatan darat, tetapi juga didukung oleh kekuatan udara dan laut yang masif.
Sebanyak 200 jet tempur dan dua kapal induk AS telah dikerahkan sepenuhnya dalam operasi militer yang diberi nama "Operation Epic Fury" tersebut.
Pengerahan kekuatan tempur dalam jumlah besar ini disebut-sebut sebagai mobilisasi militer paling signifikan yang dilakukan Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Cooper mengatakan bahwa operasi militer melawan Iran itu merupakan pengerahan militer terbesar AS di kawasan Timur Tengah dalam satu generasi.
Skala operasi ini mencerminkan keseriusan aliansi AS-Israel dalam menargetkan infrastruktur strategis di seluruh wilayah Iran.
Data operasional menunjukkan intensitas serangan yang sangat tinggi sejak hari pertama dimulainya agresi militer tersebut.
Baca Juga: Spanyol Buka Suara: Amerika Serikat Tak Beri Peringatan Sekutu Sebelum Serang Iran
Cooper menyebut bahwa pasukan AS-Israel telah menyerang hampir 2.000 target di berbagai wilayah Iran, dengan menggunakan lebih dari 2.000 amunisi sejak operasi militer itu dimulai pada akhir pekan.
Target-target yang dihancurkan mencakup fasilitas militer strategis, pusat kendali, hingga gudang persenjataan.
Pemerintah Iran tidak tinggal diam menghadapi gempuran udara dan laut tersebut. Berdasarkan pernyataan pihak CENTCOM, Teheran memberikan respons dengan serangan balasan skala besar, dengan meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan mengerahkan lebih dari 2.000 drone.
Serangan balasan ini menyasar berbagai titik strategis yang dianggap mengancam kedaulatan Iran, namun Cooper mengklaim pertahanan AS mampu meredam sebagian besar ancaman tersebut.
Salah satu pencapaian signifikan yang diklaim oleh pihak militer Amerika Serikat adalah kehancuran total pada kekuatan maritim Iran.
Cooper menambahkan bahwa pasukan AS berhasil menghancurkan belasan kapal perang Iran dalam pertempuran laut yang sengit.
Berita Terkait
-
Spanyol Buka Suara: Amerika Serikat Tak Beri Peringatan Sekutu Sebelum Serang Iran
-
Kenapa Komentar Reza Rahadian Ini Dianggap Pro Israel?
-
Striker Brasil Richarlison Ogah Main di Piala Dunia 2026 karena Perang AS-Iran, Begini Faktanya
-
40 Hari yang Menentukan: Mengapa Masa Berkabung Iran Lebih dari Sekadar Ritual Duka?
-
Turkiye Tangkis Rudal Iran, Kirim Peringatan ke Teheran
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Bantuan untuk eks Pengguna Narkoba dan ODHIV Cair, Kemensos Ubah Skema Jadi Uang Tunai Segini!
-
Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang
-
Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat
-
Menlu Sugiono Kirim Surat Belasungkawa Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran, Ini Alasannya
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diduga Terima Rp5,5 Miliar dari Perusahaan Keluarga
-
Spanyol Buka Suara: Amerika Serikat Tak Beri Peringatan Sekutu Sebelum Serang Iran
-
Aturan Baru Lapangan Padel di Jakarta: Jarak ke Pemukiman Minimal 160 Meter, Lebar Jalan 15 Meter