Suara.com - Sejumlah warga Desa Tianyar, lereng Gunung Agung, yang masuk daerah rawan bencana enggan mengungsi dengan alasan ternak piaraannya berupa sapi dan babi tidak ada yang merawat dan mengawasinya.
Oleh sebab itu, mereka tetap bertahan meskipun sebagian besar warga desa di lereng gunung itu telah berbondong-bondong mengungsi sejak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PWMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM meningkatkan status Gunung Agung (3.143 meter) di Kabupaten Karangasem, Bali, dari Level III (Siaga) menjadi Level IV atau Awas sejak Jumat (22/9) malam, tutur warga setempat Jero Mangku Puseh.
Ia bersama puluhan warga lainnya memilih tetap bertahan. Alasannya takut sapi ternak piaraannya yang menjadi sumber kehidupan keluarga dicuri orang.
Demikian pula, beberapa warga lainnya di Desa Tianyar, yang masuk dalam radius 12 km dari Gunung Agung atau dalam kawasan rawan bencana (KRB) memilih tetap bertahan di rumahnya walaupun sudah mendapat perintah untuk mengungsi pascapeningkatan aktivitas Gunung Agung.
Jero Mangku Puseh, pemimpin ritual agama Hindu di desa tersebut, mengaku sebagian besar warganya sudah mengungsi ke tempat aman ke posko pengungsian Desa Les dan tempat penampungan lainnya di Kabupaten Buleleng.
Begitu pula, aktivitas galian C di Desa Tianyar yang berlokasi di sebelah utara Gunung Agung hingga Minggu (24/9) masih berjalan seperti biasa. Sejumlah kendaraan berat berisi pasir melintas di sepanjang jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Karangasem dengan Kabupaten Buleleng.
Pengungsi terus mengalir hingga kini mencapai 2.745 kepala keluarga (KK) atau 15.124 jiwa trsebar pada 126 titik tersebar di delapan kabupaten dan satu kota di Pulau Dewata, seperti yang diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.
Jumlah itu diperkirakan masih akan terus bertambah karena Pemkab Karangasem memperkirakan warga yang bermukim di lereng Gunung Agung dalam radius 6 kilometer sebanyak 15.000 jiwa dan radius 12 kilometer sekitar 100.000 orang.
Komandan Kodim 1623 Karangasem Letkol Inf. Fierman Sjafierial Agustus bersama tim gabungan lainnya telah meningkatkan penyisiran di daerah rawan bencana untuk mengevakuasi warga yang masih bertahan di beberapa desa sekitar Gunung Agung.
Baca Juga: Gunung Agung Awas, Bandara Ngurah Rai Antisipasi Kondisi Terburuk
Dalam Rapat Koordinasi Darurat Gunung Agung, dia meminta warga lereng Gunung Agung dalam radius 12 kilometer untuk mematuhi instruksi petugas sebagai upaya mengantisipasi kemungkinan terburuk, misalnya terjadi erupsi Gunung Agung.
Fierman yang juga Komandan Satuan Tugas Siaga Darurat Gunung Agung itu mengklaim evakuasi hampir 100 persen dilakukan di kawasan rawan bencana (KRB) III yang merupakan zona merah dan KRB II yang merupakan zona merah muda.
Namun, tidak jarang beberapa warga, terutama yang memiliki ternak, kembali ke desa untuk memberi makan ternak yang tidak ikut diungsikan. Dia berkali-kali telah mengimbau warga untuk turun dari lereng gunung karena berbahaya mencermati status awas Gunung Agung sejak Jumat (20/9).
Jual Ternak Sementara itu, Wayan Pasek (45), warga Banjar Temukus, Desa Besakih, Kabupaten Karangasem yang juga masuk dalam radius rawan bencana memilih menjual ternak sapinya secara murah seiring dengan meningkatnya aktivitas Gunung Agung.
Bahkan, ternak sapi piaraanya itu dijual pada hari Rabu (20/9), 2 hari sebelum Gunung Agung ditingkatkan statusnya menjadi Awas atau Level IV.
Sapi piaraannya dijual di Pasar Beringkit, Kabupaten Badung, laku seharga Rp9 juta per ekor, padahal biasanya bisa mencapai Rp12 juta. Hal itu terjadi karena membeludaknya jumlah sapi kiriman ke Pasar Beringkit sehingga harganya murah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek