- Polsek Grogol Petamburan menangguhkan penahanan dua remaja pengedar tembakau gorila karena bentrok jadwal libur kejaksaan.
- Kedua remaja berinisial MNM (17) dan SA (16) ditempatkan di Sentra Handayani sambil menunggu jaksa aktif kembali.
- Polisi mengamankan total 40,23 gram tembakau gorila dari kedua pelaku yang ditangkap pada 16 Desember.
Suara.com - Sebuah keputusan tak biasa diambil Kepolisian Sektor Grogol Petamburan terkait penanganan dua anak di bawah umur yang diduga kuat menjadi pengedar narkoba.
Dua remaja berinisial MNM (17) dan SA (16) yang ditangkap karena mengedarkan tembakau gorila di Tomang, Jakarta Barat, batal dimasukkan ke sel tahanan untuk sementara waktu.
Penyebabnya bukan karena kurangnya barang bukti, melainkan karena kalkulasi waktu yang berbenturan dengan jadwal libur korps Adhyaksa.
Polisi khawatir masa penahanan legal untuk anak akan habis sebelum jaksa kembali aktif bekerja di tahun baru.
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, membeberkan alasan teknis di balik penundaan penahanan tersebut. Menurutnya, regulasi mengenai masa penahanan anak sangat ketat dan berbatas waktu.
"Kita khawatir penahanannya bertabrakan dengan masa libur jaksa. Jaksa kan baru aktif lagi tanggal 5 Januari (2026). Masa penahanan anak itu kan maksimal 7+8 (15 hari). Itu kan enggak bisa lebih dari 15 hari ya," kata Alex saat dihubungi di Jakarta, Minggu (21/12/2025).
Untuk menyiasati agar proses hukum tidak cacat prosedur, polisi mengambil langkah alternatif. Alih-alih dijebloskan ke penjara, kedua remaja tersebut kini ditempatkan di Sentra Handayani Jakarta, sebuah balai rehabilitasi sosial milik Kementerian Sosial.
Penahanan formal baru akan dilakukan setelah semua berkas penyidikan rampung dan siap dilimpahkan.
"Setelah berkas lengkap, baru kita lakukan penahanan," kata Alex sebagaimana dilansir Antara.
Baca Juga: Misteri Kematian Perempuan Berinisial CY, Dari Makan Nasi Uduk Hingga Tewas di Rumah Sakit
Sebelumnya, penangkapan kedua anak tersebut dilakukan pada Selasa (16/12) lalu. Menurut Alex, timnya bergerak berdasarkan informasi intelijen yang akurat mengenai keberadaan barang haram pada kedua pelaku, bukan melalui operasi tangkap tangan saat transaksi sedang berlangsung.
"Tidak sedang transaksi tapi informasi barang bukti ada padanya, dan betul," ujar Alex.
Dari tangan kedua remaja itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti tembakau gorila dalam jumlah yang cukup signifikan.
Rinciannya adalah empat paket sedang seberat 7,91 gram, 14 paket kecil seberat 7,95 gram, serta tiga paket sedang tambahan dengan berat 16,40 gram.
"Total keseluruhan barang bukti yang diamankan itu 40,23 gram," katanya.
Berita Terkait
-
Pemerintah Kaji Amnesti untuk Pengedar Narkotika Skala Kecil, Ini Kata Yusril
-
Misteri Kematian Perempuan Berinisial CY, Dari Makan Nasi Uduk Hingga Tewas di Rumah Sakit
-
Diungkap Polri, Ratusan Anak Edarkan Narkoba jadi Alarm Keras: Narkoba Sudah Acak-acak Generasi Muda
-
Siasat Licik Bandar Libatkan Anak Jadi Kurir Narkoba, Bareskrim: Supaya Gampang Lepas!
-
Ammar Zoni Bukan Pengedar Narkoba, Ini Fakta yang Sebenarnya
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total