Suara.com - Puluhan pesawat terbang berbadan lebar yang terbang langsung dari luar negeri silih berganti mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Setiap hari, mereka menurunkan sekitar 15.000-20.000 pemakai jasa penerbangan mereka.
Frekuensi yang cukup padat itu ditambah lagi dengan penerbangan dalam negeri ke berbagai daerah di Indonesia yang mencapai puluhan pergerakan mengangkut hingga 40.000 pemakai jasa penerbangan, sehingga Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai itu benar-benar strategis untuk jalur penerbangan nasional dan internasional.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM meningkatkan status Gunung Agung (3.142 meter), di Kabupaten Karangasem, Bali, dari Tingkat III (Siaga) menjadi Tingkat IV atau Awas sejak Jumat (22/9/2017), malam, sehingga Kementerian Perhubungan telah menyiapkan sejumlah antisipasi.
Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, dalam rapat koordinasi di Gedung Pusat Operasi Kedaruratan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Minggu (24/9), menegaskan, mereka telah menyiapkan sembilan bandara terdekat serta ratusan bus.
Semua itu untuk mengantisipasi kondisi terburuk jika sampai terjadi letusan Gunung Agung yang membahayakan penerbangan. Semua itu rencana dan antisipasi sehingga operasionalisasi transportasi udara itu tidak terganggu, jika terjadi kondisi yang paling buruk sekalipun.
Kesembilan bandara itu adalah Bandara Juanda (Surabaya, Jawa Timur), Bandara Blimbingsari (Banyuwangi, Jawa Timur), Bandara Adi Sumarmo (Solo, Jawa Tengah), Bandara Internasional Lombok (NTB), Bandara Komodo (Labuan Bajo, NTT), Bandara Hassanudin (Makassar, Sulawesi Selatan), dan Bandara Sepinggan (Balikpapan, Kalimantan Timur).
Selain itu juga Bandara Sam Ratulangi (Manado, Sulawesi Utara), dan Bandara Pattimura (Ambon, Maluku) untuk penerbangan internasional yang biasanya datang beberapa negara, di antaranya dari Hong Kong dan Tokyo.
Jika kondisi darurat terjadi di Pulau Dewata akibat semburan abu vulkanik Gunung Agung yang kini berstatus awas, rute pesawat menuju Bali terutama dari mancanegara dialihkan ke sembilan bandara itu. Semata-mata demi keselamatan penerbangan yang menjadi prioritas kepentingan paling atas.
Adapun data awal tentang kapan pengalihan penerbangan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ke sembilan bandara alternatif itu dilakukan, berdasarkan laporan citra satelit kondisi abu vulkanik dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan digital numerical report dari Vulcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, Australia.
Demikian pula laporan juga dapat dikontribusikan berdasarkan pengamatan mata dari pilot yang kebetulan melihat perkembangan abu vulkanik Gunung Agung. Penutupan Bandara Ngurah Rai sementara dapat dilakukan jika sudah ada laporan dari dua parameter dari tiga laporan itu.
Jika laporan baru satu, belum bisa menutup bandara dan segera akan membuat validasi. Keputusan menutup bandara, sangat ditentukan arah angin yang dapat membawa sebaran abu vulkanik.
Status Gunung Agung menjadi awas dan wilayah steril yang semula radius enam kilometer dari puncak gunung itu diperluas menjadi sembilan kilometer, serta ditambah perluasan wilayah sektoral yang semula 7,5 kilometer menjadi 12 kilometer menjadikan masyarakat di lereng gunung tertinggi di Bali itu semakin menjauh.
Apabila terjadi letusan yang menyemburkan abu vulkanik, namun sebaran abu yang terbawa angin tidak mengarah ke wilayah udara bandara, maka operasionalisasi penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai masih bisa dilakukan dengan cara menghindari wilayah sebaran.
"Jika masyarakat melihat cuaca cerah, bukan berarti wilayah udara di sekitar bandara steril dari lapisan abu vulkanik, apabila dalam kondisi terjadi letusan dan angin membawa sebaran abu tersebut menuju wilayah udara bandara," ujar Santoso.
Lapisan abu vulkanik dapat membahayakan bagi penerbangan karena mengganggu mesin pesawat dan mengganggu instrumen hingga mengikis badan pesawat udara yang tengah terbang dengan kecepatan tinggi.
Tag
Berita Terkait
-
Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat
-
WNA Korea Selatan yang Hilang Di Gunung Agung Ditemukan Tewas di Jurang Berbatu
-
Karya Aci Purnama Kasa, Jalur ke Pura Pengubengan Ditutup Sementara
-
Sempat Terkendala Cuaca Ekstrim, Tim SAR Lanjutkan Proses Evakuasi Jenazah di Gunung Agung
-
6 Potret Tempat Pernikahan BCL & Tiko Aryawardhana: Super Mewah dengan View Gunung Agung, Ini Prediksi Harganya
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439
-
Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya