Suara.com - Pesawat Batik Air yang berangkat dari Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Selasa (26/9/2017) pukul 07.45 WITA, gagal mendarat di Bandara Hasanuddin, Makasaar, Sulawesi Selatan, karena ada latihan militer di wilayah itu.
Keterangan dari penumpang, Samsiar, dikutip dari Antara, mengatakan akibatnya para penumpang yang semestinya mendarat sekitar pukul 09.00 WITA, sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta, harus kembali ke Bandara Haluoleo sambil menunngu perintah untuk take off kembali.
"Semua penumpang yang ada di atas pesawat Batik Air, turun kembali di ruang tunggu Bandara Haluoleo sambil menunggu konfirmasi jadwal penerbangan kembali ke Makasaar," ujarnya.
Ia mengatakan umumnya para penumpang yang ada di atas pesawat merasa kecewa dan kesal, karena tidak adanya konfirmasi awal dari pihak pengelola bandara di Makassar atas adanya kegiatan latihan militer di Bandara Hasanuddin tersebut.
Hal senada diungkapkan penumpang lainnya, Yamin dengan tujuan Jakarta. Dia mengatakan, pembatalan pendaratan pesawat seperti ini seharusnya tidak terjadi karena demi untuk keselamatan penumpang yang ada di dalam pesawat.
Namun demikian, kata dia pihaknya tidak perlu menanggapi negatif, sepanjang dirinya dan seluruh penumpang yang ada di dalam pesawat dengan tujuan yang sama bisa tiba dengan selamat di tujuan.
Petugas Batik Air Kendari, Ikbal yang dikonfirmasi melalui pesan singkat membenarkan bila pesawat Batik Air yang lepas landas pukul 07.45 WITA di Bandaran Haluoleo dengan tujuan Jakarta dan arus transit di Bandara Makassar itu batal mendarat dan harus kembali ke Kendari karena ada latihan militer di Makassar.
"Iya benar pak, pesawat batal mendarat karena ada latihan militer di Makassar," ujarnya singkat.
Pemberangkatan ulang para penumpang dari Kendari tujuan Makassar dan Jakarta itu akhirnya meninggalkan Bandara Haluoleo sekitar pukul 11.15 WITA.
Baca Juga: Kejagung Tunggu Limpahan Kasus Saracen
Berita Terkait
-
Hasil PSM vs Bali United: Rekor Gol Tercepat Mustafic Warnai Kemenangan Serdadu Tridatu di Parepare
-
Prediksi PSM Makassar vs Bali United di BRI Super League 9 Januari 2026
-
5 Fakta Pramugari Gadungan yang Viral, Menyamar Pakai Seragam Berujung Terciduk di Soetta
-
Cemburu Buta, Istri di Makassar Paksa Karyawan Berhubungan Badan dengan Suami, Lalu Direkam
-
Duo Sayuri Dapat Pengakuan Disebut Layak Main di Liga Portugal
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
'Wallahi, Billahi, Tallahi!' Surat Sumpah Abdul Wahid dari Sel KPK Gegerkan Riau
-
Usai Bermalam di IKN, Prabowo Tinjau Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara
-
Tunanetra Terjatuh ke Selokan Usai Gunakan Transjakarta Cares, Manajemen Janji Evaluasi Layanan
-
Tunanetra Terjatuh ke Selokan Usai Gunakan Transjakarta Cares, Manajemen Janji Evaluasi Layanan
-
SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY
-
Jakarta Belum Kering dari Banjir, BMKG Kembali Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Terjang DIY, Satu Warga Kulon Progo Tewas Tersambar Petir
-
Berkas Roy Suryo Cs Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kapan Tersangka Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Disidang?
-
Banjir Jakarta Utara, 643 Warga Semper Barat Mengungsi, Kapolda: Kami Pastikan Terlayani dengan Baik
-
Banjir Jakarta, Sekitar 1.600 Warga Masih Mengungsi hingga Selasa Pagi