Suara.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengungsikan dua macan dahan sumatera (Neofelis nebulosa) dari Taman Hutan Kota dan Satwa Kabupaten Pasaman Barat untuk dilepas kembali ke habitat alaminya.
"Benar, dua macan ini akan kembali dilepas ke habitatnya di sekitar Rimbo Panti, Kabupaten Pasaman," kata Kepala Seksi Wilayah 1 Pasaman BKSDA Sumatera Barat, Khairil Ramadhan, di Simpang Empat, Minggu (1/10/2017).
Menurut dia setelah hampir dua pekan dititip dan dirawat di Taman Hutan Kota dan Satwa Pasaman Barat maka kedua macan dahan sumatera yang ditangkap warga akan dilepas.
Untuk memudahkan proses pengembalian ke alam liar, kedua kucing besar dengan totol-totol besar di tubuh itu dibius terlebih dulu.
Setelah mereka tertidur petugas langsung mengeluarkan dari kandang sementara dan dibawa ke mobil untuk dikembalikan ke habibatnya di sekitar Rimbo Panti.
Ia menyebutkan timnya menjemput dua macan dahan sumatera itu setelah menerima laporan dari masyarakat melalui Taman Hutan Kota Pasaman Barat.
Kedua macan dahan sumatera itu ditangkap warga di kawasan Simpang Tiga, Kecamatan Luhak Nan Duo, dan Suko Menanti, Kecamatan Pasaman.
Saat diungsikan, kondisi kedua macan dahan sumatera sangat sehat. Namun terdapat sedikit luka lecet di bagian ekor.
Melihat kejadian itu petugas dari BKSDA menilai ada keanehan, pasalnya dalam waktu hampir bersamaan dan wilayah berdekatan, masyarakat berhasil menangkap dua macan dahan sumatera.
Petugas menduga macan dahan sumatera itu keluar dari habibatnya karena ada kerusakan ekosistem atau kekurangan makanan.
"Ini kejadian langka, dua macan masuk perkampungan. Dalam waktu dekat kami akan investigasi penyebab mereka turun ke pemukiman," katanya. [Antara]
Tag
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara