Suara.com - Nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo digadang-gadangkan maju di Pemilihan Presiden 2019. Gatot juga disebut-sebut dipasangkan dengan Presiden Jokowi yang akan maju di Pilpres 2019.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengatakan masih terlalu dini untuk memberikan analisa siapa pasangan Jokowi, termasuk jika Jokowi diduetkan dengan Gatot.
"Masih terlalu dini untuk berkomentar (terkait duet Jokowi-Gatot)," ujar Grace kepada Suara.com di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Selasa (10/10/2017).
Menurut Grace, calon wakil presiden yang layak dipasangkan dengan mantan Gubenur DKI Jakarta yakni harus sosok yang tidak berseberangan dengan Jokowi dan saling mengisi dalam hal melaksanakan program pemerintah nantinya.
"Yang pasti siapapun calon wakil presidennya Pak Jokowi, harus seirama dengan beliau (Jokowi), tidak kontraproduktif dan harus bisa mengkomplementer pekerjaan Jokowi. Jadi jangan sampai ada persaingan di dalam, apalagi kalau sampai langkah-langkahnya dari wakil tersebut yang malah nggak seirama dengan Jokowi, jadi malah nggak bisa mengakselerasi pergerakan Jokowi. Belum tahu siapa yang pasti kriterianya begitulah," tutur dia.
Ketika disinggung apakah Jokowi akan menggandeng Gatot di Pilpres 2019, Grace belum mengetahuinya.
"Belum tahu," kata Grace.
Hal yang senada jika dikatakan Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka. Isyana belum bisa berkomentar jika Jokowi "menggandeng" Gatot menjadi Cawapres. Namun, ia yakin pasangan wakil presiden yang dipilih Jokowi sudah melalui pertimbangan-pertimbangan.
"Kita lihat nanti. Pak Jokowi punya pertimbangan. Saya nggak menduga. Kita lihat nanti, dalam waktu dekat akan terlihat (Cawapres Jokowi)," kata Isyana.
Baca Juga: Analis: Panglima TNI Sedang Bermanuver Politik
Survei SMRC pada periode 3-10 September 2017 menunjukkan elektabilitas Jokowi 38,9 persen. Sedangkan Prabowo hanya 12 persen. Sedangkan survei Median menggambarkan elektabilitas Jokowi 36,2 persen, sementara Prabowo 23,2 persen.
Selanjutnya Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo 1,8 persen; Agus Harimurti Yudhoyono 1,8 persen; Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 1,7 persen; Anies Baswedan 1,6 persen; dan, Gatot Nurmantyo 1,3 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil