Suara.com - Memperingati Hari Anti Kanker, Kementerian Sosial mengadakan pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetan dan Pemeriksaan Payudara Klinis di internal kementerian.
"Arahan ibu negara bulan Oktober semua kementerian mengadakan IVA tes dan SADANIS yang dilaksanakan di semua kementerian. Kementerian Sosial kebutulan hari ini," kata Ketua Darmawanita Persatuan Kementerian Sosial Sita H. Suratin di gedung Aneka Bhakti, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis ( 12/10/2017).
Kegaiatan ini bertujuan untuk memberikan kesadaran bahwa angka kasus kanker di Indonesia semakin meningkat, khusunya pada wanita.
Sita menjabarkan penelitian Organisasi Penanggulangan Kanker Dunia dan Balai Kesehatan Dunia yang menunjukkan angka kasus penyakit kanker naik 300 persen dari tahun 2013. Kenaikan terjadi di mayoritas negara berkembang, seperti Indonesia.
Kanker yang menyerang wanita biasanya Kanker Serviks dan Kanker Payudara.
"Kanker serviks cenderung tidak menunjukkan gejala dan sering kali terdeteksi saat kanker memasuki stadium lanjut," katanya.
"Di samping itu kanker payudara banyak ditemui di Indonesia. Penyebab kanker payudara pertama belum diketahui, jadi pencegahan sepenuhnya untuk kanker payudara juga sudah ditentukan oleh banyak faktor," kata dia.
Kegiatan kali ini juga bertujuan untuk mempercepat tindakan pada wanita yang memang teridentifikasi virus tersebut.
"Ibu-ibu nggak perlu cemas malah bagus lebih cepat tahu, akan ada terapi ada tindakan yang tidak terlalu mengkhawatirkan. Biar semoga cepat pulih. Pemerintah kan juga siap menyiapkan segala sarana lewat program JKN," tutur Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Umum Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti.
Kegiatan hari ini diikuti oleh 500 peserta yang ditangani oleh 17 tim yang terdiri dari 51 tenaga medis dan 34 tenaga pendamping dari kemensos.
Sita menambahkan rencana kegiatan ini sudah ada sejak 2015. Semua kementerian dan lembaga tingkat rendah sampai tinggi pusat mengadakan IVA dan SADANIS di Kulonprogo, Yogyakarta, yang kemudian diikuti oleh semua kota. (Maidian Reviani)
Berita Terkait
-
Gus Ipul Minta Kepala Sekolah Rakyat Utamakan Empati, Integritas, dan Anti-Bullying
-
1,4 Juta Lansia Terancam Tak Dapat Bantuan, Gus Ipul Minta Tambah Anggaran Rp22 T
-
Ruang Kerja Seskab Teddy Disorot, Foto Selfie Bareng Prabowo di Paris Sukses Bikin Salfok
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Pengadaan Sepatu hingga Bingkai Foto Bernilai Miliaran Sekolah Rakyat Jadi Sorotan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren
-
4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati
-
Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?
-
Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI
-
Hanya 12 Hari! Spider-Man Brand New Day Sukses Raup Rp29,5 Triliun
-
Bukan Sekadar Ikut Tren: Memaknai Kemerdekaan Digital Gen Z di Tengah Gempuran FOMO
-
Pemerintah Masih Pelajari Mekanisme Refund untuk Konsumen Beras Fortifikasi
-
BTN Gandeng Universitas Negeri Semarang Hadirkan KTM Co-Branding untuk 12.000 Mahasiswa Baru
-
Bunga PNM Mekaar Dipangkas dari 20% Jadi 8%, Berlaku September 2026
-
Negosiasi dengan AS Masih Berlangsung, Indonesia Minta Tarif Lebih Kecil