Suara.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas vulkanik Gunung Agung hingga saat ini masih fluktuatif dengan kecenderungan masih tinggi.
"Kecenderungan masih fluktuatif karena masih ada aktivitas kegempaan Gunung Agung," kata Kepala PVMBG Kementerian ESDM Kasbani di Pos Pengamatan Gunungapi Agung Desa Rendang, Karangasem, Senin (16/10/2017).
Sempat muncul asap Sulfatara mencapai ketinggian 300 meter dari puncak kawah pada pagi hari yang teramati dari Pos Pemantauan Desa Rendang dan Pos Pemantauan Batulompeh.
"Keberadaan asap Sulfatara ini lebih tinggi dari sebelumnya yang rata-rata ketinggian 50-200 meter dari puncak kawah," katanya.
Kasbani menuturkan, aktivitas kegempaan (vulkanik dan tektonik) sempat mencapai 1.136 kali per hari pada Sabtu (14/10/2017). Aktivitas kegempaan kembali turun 788 kali per hari pada Minggu (15/10/2017).
"Meskipun frekuensi gempa sempat turun dibandingkan sebelumnya, namun jumlah aktivitas kegempaan masih tinggi karena di atas 700 kali per hari," ujarnya.
Berdasarkan frekuensi kegempaan ini, lanjut Kasbani, kondisi gunung tertinggi di Bali ini masih kritis. Terkait potensi terjadinya erupsi, menurut Kasbani bisa saja terjadi, tetapi bisa pula tak terjadi.
PVMGB mendeteksi aktivitas penggembungan (deformasi) Gunung Agung sesuai hasil pengamatan pada empat hari terakhir akibat masih tingginya aktivitas gunung setinggi 3.142 mbpl itu. PVMBG mengimbau warga dan para wisatawan tetap berada di zona aman dan menghindari wilayah sekitar Gunung Agung yang masuk dalam zona merah.
Masyarakat, pendaki, dan pengunjung atau wisatawan diimbau tidak berada dan atau tidak melakukan pendakian serta aktivitas apa pun di zona perkiraan bahaya, yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 9 kilometer dari kawah puncak.
Baca Juga: OJK Kaji Kelonggaran Kredit Akibat Erupsi Gunung Agung
Selain itu, dilakukan pula perluasan sektoral daerah berbahaya ke arah utara-timur laut dan tenggara-selatan-barat daya sejauh 12 km. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia
-
Kebakaran Melanda Permukiman Padat di Kemayoran, 33 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Dihadiri Wamen Ekraf, Borobudur Peace & Prosperity Festival Gaungkan Persatuan Lintas Budaya
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi