Suara.com - Juru bicara keluarga Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan persiapan pernikahan Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution sudah siap dilaksanakan.
Hari ini semua vendor pendukung acara mengikuti rapat koordinasi persiapan resepsi pernikahan putri Presiden Joko Widodo itu di Graha Saba Buwana Solo.
Menurut Gibran meski rapat sudah sering dilakukan, tetapi kali ini, semua vendor pendukung hadir antara lain bagian atau petugas tata rias, dekorasi, katering, fotografer, video dan semuanya ada di sini termasuk petugas polisi wanita.
"Semua persiapan acara resepsi Kahiyang-Bobby sudah tinggal eksekusi semuanya sudah siap," kata Gibran dikutip dari Antara.
Gibran mengatakan semuanya istimewa karena vendor yang membantu atau pendukung kegiatan resepsi Kahiyang-Bobby, merupakan orang-orang yang profesional dan sudah berpengalaman untuk mempersiapkan acara pernikahan.
"Untuk tata rias ada Ibu Maryono, Topo Broto, dan Santi. Dekorasi mulai dipersiapkan pada Minggu (5/11) malam. Pembawa acara empat orang, Taufik, Slamet Abi, Umi, dan Widarsi. Teman-teman vendor ini, semuanya masuk dalam paket Katering Chili Pari," katanya.
Selain itu, kata dia, soal undangan sudah selesai dicetak semuanya, tetapi panitia belum menyebarkan termasuk untuk masyarakat umum. Perias sudah siap semua dan dibagi-bagi tugasnya, termasuk baju-baju konsep Jawa sudah disiapkan.
Dekorasi yang dipilih untuk siraman baik pengantin pria maupun wanita sama, kata Gibran, tetapi untuk calon pengantin pria, dilakukan di hotel, sedangkan Kahiyang di rumah.
Katering Chili Pari untuk kuliner sudah menyiapkan aneka masakan tradisional seperti nasi tumpang yang akan disajikan saat siraman, nasi liwet saat midodareni dan beraneka ragam menu untuk resepsi; nasi gudeg, serabi, ledre, martabak markobar dan macam-macam dengan konsep prasmanan.
Kendaraan khusus penjemput tamu undangan pun sudah disiapkan dari tempat parkir menuju ke gedung Graha Saba dan sebaliknya.
Kahiyang dan Bobby akan melangsungkan pernikahan di Graha Saba Buwana Sumber, Solo, pada 8 November 2017.
Tag
Berita Terkait
-
Padahal Sudah Bantu UMKM, Kahiyang Ayu Tetap Dikritik karena Perkara Sepele
-
Kahiyang Ayu Angkat Pesona Batik Sumut di Gebyar Kriya Nusantara dan Jogja ITTAF 2025
-
Pemprov Sumut Dorong Ulos Mendunia, Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO
-
Kahiyang Ayu Ajak Anak PAUD Amalkan Ikrar Anak Indonesia Hebat 2025
-
Sumber dan Harta Kekayaan Bobby Nasution, Pantas Royal Kirim Gift Rp 11 Juta di Acara Dangdut
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT