Suara.com - Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo berharap, Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak mengendurkan semangatnya untuk merealisasikan gagasan pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor).
Hal itu dia katakan karena munculnya polemik di internal pemerintah mengenai pembentukan Densus Tipikor.
"Munculnya pro-kontra atas kehadiran Densus Tipikor, diharapkan tidak membuat Kapolri mengendur untuk merealisasikan gagasan brilian itu," kata Bambang dalam pernyataannya, Jakarta, Kamis (19/10/2017).
Sebab, katanya, semua pemangku kepentingan penegak hukum seperti KPK, Jaksa Agung dan Menteri Hukum dan HAM setuju adanya Densus Tipikor.
Bahkan, seluruh anggota Komisi III DPR RI, mendukung adanya densues tersebut sebagai respons atas perilaku tindak pidana korupsi yang semakin marak.
"Biarkan anjing menggonggong, kafilah terus berlalu," ujarnya.
Dia menambahkan, ide ini sebenarnya pernah muncul saat Kapolri Jenderal Sutarman menjabat. Namun, ide itu hilang dan baru pada periode Tito ide itu kembali dimunculkan.
"Dulu pernah ada, tapi entah kenapa hilang begitu saja. Dan baru kali ini ketika Kapolri dijabat oleh Jenderal Pol Tito Karnavian, Densus Tipikor mulai direalisasikan," ujarnya.
Berdasarkan segi regulasi, politikus Golkar ini menerangkan pembentukan Densus Tipikor juga tidak perlu undang-undang baru.
Baca Juga: Romo Franz Magnis Jatuh Pingsan Seusai Memberi Ceramah
Bambang mengatakan, pembentukan Densus Tipikor ini setara dengan Densus Anti Teror 88 yang hanya membutuhkan Surat Keputusan Kapolri.
"Lalu, Apakah ada UU yang dilanggar? Tidak ada. Karena jaksa penuntut umum tidak berada satu atap seperti yang terjadi di KPK," tukasnya.
Dia menambahkan, pada prinsipnya Komisi III DPR RI menyetujui anggaran yang diajukan Kapolri untuk pembentukan Densus Tipikor.
Tak hanya itu, Komisi III juga menyetujui perihal kewenangan yang akan diperkuat pada kepolisian dan Kejaksaan agar setara dengan KPK pada Perubahan UU Kepolisian dan Kejaksaan tahun depan, seusai RUU KUHP disahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Penampakan Uang Rp1,5 M Terbungkus Kardus yang Disita KPK dari OTT KPP Madya Banjarmasin
-
Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Pakai Uang Apresiasi Rp800 Juta untuk Bayar DP Rumah
-
Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!