Suara.com - Ribuan anggota TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Solo apel simulasi pengamanan dan penyambutan tamu undangan VIP dan VVIP yang akan menghadiri pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu. dengan Muhammad Bobby Afif Nasution. Apel diselenggarakan di halaman parkir Stadion Manahan, Solo, Rabu (25/10/2017).
Wakapolresta Solo AKBP Andy Rifai mengatakan apel penyambutan merupakan kali kedua yang diselenggarakan sebagai persiapan pernikahan putri Presiden.
“Apel kali ini diikuti dua ribu personil gabungan, baik dari anggota TNI dan Polri maupun dari dinas terkait Pemkot Solo. Apel ini juga sekaligus untuk memantapkan gladi yang akan digelar menjelang hari H sebagai gambaran persiapan personel yang ada di lapangan,” kata dia.
Ia menambahkan selain kesiapan personel dan kendaraan untuk penjemputan tamu VIP dan VVIP, juga dilakukan simulasi pengawalan tamu seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, pejabat dari MPR, DPR, kementrian serta duta besar negara sahabat yang rencananya akan menghadiri resepsi pernikahan.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan simulasi penjemputan keluarga besan, mulai dari Bandara Adi Soemarmo hingga lokasi resepsi di Gedung Graha Saba Buana. Digelar pula simulasi penjemputan petugas penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarsari menuju lokasi pernikahan Graha Saba Wahana Sumber.
Semua unsur kami libatkan, termasuk sejumlah kendaraan yang akan digunakan untuk penjemputan tamu VIP, baik dari bandara maupun hotel menuju kantong parkir yang sudah disediakan,” ujarnya.
Kepala Seksi Bimbingan, Ketertiban, dan Keselamatan Dinas Perhubungan Kota Solo Andre Wahyudi menambahkan para tamu yang akan menghadiri resepsi, khususnya dari lura kota disediakan armada khusus, yakni bus untuk menjemput dari Bandara ke kantong parkir yang direncanakan berada di kawasan Manahan, Lapangan Sumber dan Banyuanyar.
“Nanti dari kantong parkir akan disediakan bus lagi untuk mengangkut tamu undangan hingga ke lokasi resepsi. Sehingga meminimalisir kemacetan lalu lintas selama acara berlangsung,” kata dia. (Putri Sejati)
Tag
Berita Terkait
-
Padahal Sudah Bantu UMKM, Kahiyang Ayu Tetap Dikritik karena Perkara Sepele
-
Kahiyang Ayu Angkat Pesona Batik Sumut di Gebyar Kriya Nusantara dan Jogja ITTAF 2025
-
Pemprov Sumut Dorong Ulos Mendunia, Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia UNESCO
-
Kahiyang Ayu Ajak Anak PAUD Amalkan Ikrar Anak Indonesia Hebat 2025
-
Sumber dan Harta Kekayaan Bobby Nasution, Pantas Royal Kirim Gift Rp 11 Juta di Acara Dangdut
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Lawan Politik Uang! PKB Bidik Ambang Batas hingga E-Voting di Revisi UU Pemilu
-
Bukan Cuma Sony Sonjaya, Kejagung juga Periksa 6 Saksi Dugaan Korupsi MBG
-
Kemnaker Hubungi 100 Lulusan Difabel Satu per Satu untuk Ikut Program Magang Nasional
-
'Kami Memanusiakan Mereka', Janji Setneg Jamin Nasib Eks Karyawan Hotel Sultan Usai Diekseskui
-
DPRD DKI Dorong Penuntasan Program Penanganan RW Kumuh
-
KPK dan OJK Sepakat Tangani Bersama Kasus Korupsi di Sektor Keuangan
-
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Pemerintah Janjikan Perlindungan bagi Karyawan
-
DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan
-
Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Tuntas, Gus Ipul Soroti Pentingnya Dukungan Pemda
-
PKB Singgung Sikap PDIP soal Aksi Tolak MBG: Jangan Bilang A, yang Dikerjakan B