Suara.com - Pabrik pembuatan petasan dan kembang api di kompleks Pergudangan 99, Jalan Salembaran Jati, Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Tangerang, Banten, meledak, Kamis (26/10/2017).
Sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas terbakar, dan lima lainnya menderita luka bakar.
Kapolres Tangerang Kota Komisaris Besar Harry Kurniawan mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.
"Kejadiannya sekitar jam 9 tadi pagi. Korban tengah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit. Kami masih mendata seluruh korban,” kata harry.
Ia mengatakan, api yang melahap habis pabrik petasan itu kekinian sudah berhasil dipadamkan.
”Api baru padam sekitar sekitar pukul 13.00 WIB," terangnya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Ajun Komisaaris Besar Deddy Supriadi mengatakan, korban dalam peristiwa itu mencapai 34 orang. Kekinian, para korban telah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang dan RS Mitra Husada.
Sementara petugas pemadam kebakaran Dinas Damkar Kota Tangerang Selatan, Munawir, mengatakan dua unit mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Baca Juga: Progres Pembangunan DDT Manggarai-Jatinegara
Ia mengatakan, informasi tersebut kali pertama dilaporkan ke dinas oleh warga. Munawir belum mendapatkan data rinci dari lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar
-
Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo
-
AS Langgar Gencatan Senjata, Militer Iran Panaskan Mesin Siap untuk Perang Lagi
-
Teka-teki Sisa Tiner di Balik Kebakaran Maut Rumah Anggota BPK Haerul Saleh
-
Perang AS-Israel vs Iran Guncang ASEAN, Presiden Filipina Desak Negara Asia Tenggara Bersatu
-
Argentina Darurat Wabah Hantavirus, Puluhan Orang Terjangkit
-
Rektor UI Tegaskan Kampus Tak Boleh Asal Jalankan Program Makan Bergizi Gratis
-
9 Fakta Maut Erupsi Gunung Dukono: Pendakian Terlarang Berujung Tragedi