Suara.com - Polisi berhasil meringkus dua warga negara Korea Selatan, BJW dan SSW, terkait kasus penculikan terhadap dua anak di bawah umur pada, Rabu (1/11/2017) malam.
Kedua pelaku ditangkap di dua tempat berbeda. BJW diringkus saat berada di Fraser Resisdance Sudirman di Jalan Setiabudi Raya Nomor 9, Jakarta Selatan.
Di hotel tersebut, polisi juga menemukan korban penculikan berinisial KH (10), dan satu anak laki-laki yang turut menjadi korban.
Sedangkan, SSW ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. SSW diduga hendak pulang ke negara asalnya.
Kepala Subdit Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F. Kurniawan menyampaikan, para pelaku meminta uang tebusan kepada orang tua KH hingga miliaran rupiah.
"Total yang ditransfer orang tua korban atas permintaan Baek Song Won ini Rp1,8 miliar," kata Hendy di Polda Metro Jaya, Kamis (2/11/2017) dini hari WIB.
Hendy menjelaskan, uang pertama yang ditransfer orang tua korban kepada para pelaku sebesar 50 juta won. Uang tersebut dikirim melalui salah satu bank di Korsel pada 25 Oktober 2017 lalu.
"Hari itu juga orang tua korban melakukan transfer sejumlah 50 juta won," kata dia.
Para pelaku lalu kembali meminta uang kepada orang tua korban sebesar 100 juta Won. Apabila dikonversi ke mata uang rupiah, total uang tebusan dari aksi penculikan itu mencapai Rp1,8 miliar.
Baca Juga: Setara Institute Sebut Depok-Bogor Rawan Paham Radikalisme
"Tanggal 31 (Oktober 2017) Baek Jong Woon menyusul dari Korea ke Jakarta bertemu dengan Sea Song Won di Jakarta. Tanggal 31 orang tua korban juga mentransfer uang sebesar 100 juta won," jelas Hendy.
Kasus penculikan anak di bawah umur ini berawal dari laporan utusan Kedutaan Besar Korsel ke Polda Metro Jaya. KH diculik para pelaku dari negara asal pada 24 Oktober 2017, dan dibawa ke Jakarta.
Berita Terkait
-
Berhasil Bongkar Identitas Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro: Ini Hasil Scientific
-
Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang
-
Polisi Resmi Rilis Wajah Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
-
Kapolri Lepas 4.009 Peserta Mudik Gratis Polri, Sopir Dipastikan Bebas Narkoba dan Alkohol!
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!
-
Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran
-
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan