Suara.com - Presiden Joko Widodo menerima perwakilan Persatuan Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (3/11/2017).
Dalam pertemuan itu, Ketua Umum PGPI Jacob Nahuway mengatakan organisasinya mendukung seluruh program pemerintah.
"Kami datang melaporkan diri kami kepada presiden, dan menyatakan kami mendukung program pemerintah yang dipimpin Bapak Joko Widodo dalam periode yang ditetapkan Tuhan bagi bangsa dan negeri kita pada saat ini," kata Jacob.
Salah satu program pemerintah yang mereka apresiasi adalah, pembangunan infrastruktur di berbagai daerah mulai dari jalan, bandara, pelabuhan dan lainnya.
Salain itu. ia juga menyoroti program pemerintah dalam menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) di Papua, sehingga harga BBM di seluruh Indonesia sama.
"Kami melihat bagaimana bapak mempunyai kemampuan untuk membangun infrastruktur di seluruh tanah air, teristimewa mengadakan gebrakan khusus meratakan minyak yang diperoleh kawan-kawan kami di Papua. Dulu, harganya melambung tinggi dan mencekik rakyat biasa, tapi sekarang harganya sama," tukasnya.
Dia menambahkan, umat Kristen di bawah PGPI seluruh Indonesia sebanyak 13,5 juta orang.
"Kami membawahi umat Kristen dari aliran Pentakosta yang tidak ada di Persekutuan Gereja Indonesia," terangnya.
Baca Juga: 10 November, Buruh Mau Demonstrasi seperti 'Aksi 212'
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat