Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)
Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno bertemu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk koordinasi dan supervisi di Balai Kota, Jakarta, Kamis (9/11/2017).
Sandiaga mengatakan pertemuan hari ini merupakan kelanjutan kerjasama antara pemerintah Jakarta dan KPK untuk mencegah korupsi di lingkungan PNS.
"Ya kami baru saja menyelesaikan rapat koordinasi untuk tindak-lanjut MoU kami dengan KPK berkaitan dengan Korsupgah. Untuk pencegahan dan budaya perilaku anti korupsi di lingkungan pemprov DKI," ujar Sandiaga.
Dalam pertemuan tersebut, Sandiaga meminta KPK mendampingi program Road to Wajar Tanpa Pengecualian selama lima bulan ke depan.
"Tadi ada satu penekanan yang menarik yaitu pendekatan dari beberapa isu adalah KPK akan membantu proses kami dalam road to WTP terutama mengenai beberapa isu-isu utama," katanya.
Ketua Tim Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan KPK, Adlinsyah Nasution, mengatakan kerjasama dengan pemerintah Jakarta terkait program pendamping, di antaranya e-planning, e-budgeting.
"Kalau bicara masalah hadir. Jangan mikir yang aneh-aneh dulu. Maksudnya adalah program pendampingan terkait masalah ada lima program wajib. Kalau kita sering dengar di luar kita bantu bangun e-planning termasuk biaya terus juga e-budgeting online ya," kata dia
Itu sebabnya, KPK siap mendampingi pemerintah melakukan pencegahan korupsi sejak dini.
"Nah kita coba berikan pendampingan terkait masalah proses hal-hal yang dianggap perlu. Ya itu kita lakukan. Nanti koordinasi ini kita buat ke rencana aksi dari masing-masing SKPD," tuturnya.
KPK akan terus-menerus melakukan pemantauan terhadap pemerintah Jakarta.
"Nanti rencana aksi ini kita sepakati dan ke depan akan kita monitor. Jadi, prosesnya itu dimonitor. Jadi bukan cuma sekedar datang terus nggak ada kabar. Nanti akan rutin nih ketemu dengan pak wagub, bertemu dengan pak gubernur," kata dia.
Sandiaga mengatakan pertemuan hari ini merupakan kelanjutan kerjasama antara pemerintah Jakarta dan KPK untuk mencegah korupsi di lingkungan PNS.
"Ya kami baru saja menyelesaikan rapat koordinasi untuk tindak-lanjut MoU kami dengan KPK berkaitan dengan Korsupgah. Untuk pencegahan dan budaya perilaku anti korupsi di lingkungan pemprov DKI," ujar Sandiaga.
Dalam pertemuan tersebut, Sandiaga meminta KPK mendampingi program Road to Wajar Tanpa Pengecualian selama lima bulan ke depan.
"Tadi ada satu penekanan yang menarik yaitu pendekatan dari beberapa isu adalah KPK akan membantu proses kami dalam road to WTP terutama mengenai beberapa isu-isu utama," katanya.
Ketua Tim Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan KPK, Adlinsyah Nasution, mengatakan kerjasama dengan pemerintah Jakarta terkait program pendamping, di antaranya e-planning, e-budgeting.
"Kalau bicara masalah hadir. Jangan mikir yang aneh-aneh dulu. Maksudnya adalah program pendampingan terkait masalah ada lima program wajib. Kalau kita sering dengar di luar kita bantu bangun e-planning termasuk biaya terus juga e-budgeting online ya," kata dia
Itu sebabnya, KPK siap mendampingi pemerintah melakukan pencegahan korupsi sejak dini.
"Nah kita coba berikan pendampingan terkait masalah proses hal-hal yang dianggap perlu. Ya itu kita lakukan. Nanti koordinasi ini kita buat ke rencana aksi dari masing-masing SKPD," tuturnya.
KPK akan terus-menerus melakukan pemantauan terhadap pemerintah Jakarta.
"Nanti rencana aksi ini kita sepakati dan ke depan akan kita monitor. Jadi, prosesnya itu dimonitor. Jadi bukan cuma sekedar datang terus nggak ada kabar. Nanti akan rutin nih ketemu dengan pak wagub, bertemu dengan pak gubernur," kata dia.
Komentar
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat
-
Wamendagri Bima Arya Dorong HIPMI dan Pemda Bersinergi Kembangkan Ekonomi Kreatif
-
Patroli Dini Hari di Pamulang: Remaja Diduga Balap Liar Diamankan, Pesta Miras Dibubarkan
-
Status Honorer Dihapus 2027, FSGI: Jangan Sampai Picu Krisis Guru dan Gaji Tak Layak!
-
Cegah Gesekan El Clasico, Polresta Tangerang Patroli Keliling di Titik Nobar Persija-Persib
-
Hapus Jejak Tiang Monorel, Pramono Anung Buka Perdana CFD Rasuna Said sebagai Ikon Baru Jakarta
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat