Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Pargai Golkar Maman Abdurrahman menegaskan, kader partainya di daerah-daerah masih mendukung Setya Novanto sebagai ketua umum.
Dukungan itu masih solid meski Setnov sejak Jumat (10/111), kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana proyek KTP elektronik oleh KPK.
"Sampai saat ini belum ada satu pun yang meminta Munaslub (musyawarab nasional luar biasa). Artinya semua masih solid, karena memang banyak agenda yang jauh lebih diprioritaskan dalam waktu dekat ini," kata Maman di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2017).
Maman mengatakan, bagi kader Golkar terutama di daerah, menyiapkan partai untuk mengikuti Pilkada 2018 jauh lebih penting daripada munaslub.
Meski begitu, Maman mengakui elektabilitas Partai Golkar mulai menurun karena kasus Novanto. Namun, hal itu akan teratasi apabila kader Partai Golkar terus bekerja sama.
"Kami tak bisa memungkiri elektabilitas turun, baik langsung maupun tidak. Tapi di lain sisi, kami kedepankan hukum sebagai panglima.,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor