News / Nasional
Sabtu, 11 November 2017 | 15:34 WIB
Ketua DPR Setya Novanto bersaksi dalam sidang kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11).

Suara.com - Anggota Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Mirwan BZ Vauly mengungkapkan, politikus senior sekaligus Partai ketiga RI, BJ Habibie, sudah memberikan ultimatum Setya Novanto.

Namun, Mirwan mengakui tidak mengetahui pasti ultimatum terhadap tersangka kasus dugaan koruspi KTP elektronik itu khusus mengenai apa.

"Kemarin sih Pak Habibie katanya sudah memberi ultimatum kepada Novanto, agar kemudian melakukan ini. Tapi, Pak Habibie tidak spesifik apa yang diultimatumkan," kata Mirwan di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2017).

Mirwan mengatakan, saat GMPG bersilaturahmi ke rumah Habibie, yang bersangkutan meminta agar kondisi Partai Golkar segera diperbaiki.

"Saya coba tanya, yang diultimatumkan apa. Dia bilang harus segera diperbaiki, dan Novanto harus bertanggung jawab. Novanto juga sudah berjanji ke Pak Habibie," katanya.

Mirwan mengatakan, hal yang sama juga disampaikan Akbar Tanjung. Pada saat bertemu dengan Akbar, Mirwan mengatakan GMPG menyampaikan kondisi Golkar.

"Begitu juga dengan Pak Akbar. Kami bilang ini sudah waktunya untuk turun tangan. Golkar ini kan selalu melihat analisis, sementara sekarang situasinya sudah tidak bisa ditahan," kata Mirwan.

Berbeda dengan Akbar Tanjung dan Habibie, Mirwan mengklaim Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga politikus Senior Golkar malah lebih keras menyikapi kondisi kekinian.

Baca Juga: Ketua MUI: Dedi Mulyadi Tetap Sabar Meski Ditinggalkan Golkar

Bahkan, urusan perawatan sakit Novanto di Rumah Sakit Premier, Jatinegara, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu juga disinggung oleh JK.

"Pak JK bisa anda lihat sendiri. Dia sudah keras sekali. Sampai urusan Rumah Sakit Premier saja diurusi. Saya pikir dia sudah terasa betul ini sudah saatnya. Saya kira GMPG, Bang Yorrys (Raweyai) dan Bang Nusron (Wahid)  juga sudah konsolidasi," klaimnya.

Mirwan menuturkan, musyawarah nasional sebagai jenjang keorganisasian yang bisa mengganti ketua umum harus segera digelar pada tahun 2017 ini. Karena itu, GMPG berencana akan bertemu para senior lagi dalam waktu dekat.

"Saya kira dalam tahun ini paling tidak, paling lambat Desember. Nanti kami akan kembali bertemu (dengan para senior)," tandasnya.

Load More