Suara.com - Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menahan ketua umum mereka, yakni Setya Novanto, setelah kembali menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana KTP elektonik pada Jumat (10/11/2017).
Anggota GMPG Mirwan BZ Vauly mengatakan, Setnov harus ditahan karena kerap mangkir dari panggilan pemeriksaan lembaga antirasywah tersebut.
"Sudah harus dijemput paksa. Tak lagi ada cara lain, dan saya kira sudah harus (ditahan)," kata Mirwan BZ Vauly di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Selatan, Sabtu (11/11/2017).
Mirwan mengatakan, saat Setnov berurusan dengan KPK, Partai Golkar harus segera konsolidasi. Terutama untuk membicarakan masa depan partai, yakni mencari ketua umum baru.
Mirwan tak mempersoalkan Setnov melawan KPK dengan kembali mengajukan gugatan praperadilan. Namun, dengan banyaknya dalih yang dilakukan Setnov, Mirwan meminta KPK untuk segera menahannya.
Selain itu, Mirwan mengklaim politikus senior sekaligus Partai ketiga RI, BJ Habibie, sudah memberikan ultimatum Setya Novanto.
Namun, Mirwan mengakui tidak mengetahui pasti ultimatum terhadap tersangka kasus dugaan koruspi KTP elektronik itu khusus mengenai apa.
"Kemarin sih Pak Habibie katanya sudah memberi ultimatum kepada Novanto, agar kemudian melakukan ini. Tapi, Pak Habibie tidak spesifik apa yang diultimatumkan," terangnya.
Baca Juga: Senin, Polisi Gelar Prarekonstruksi Dokter Helmi Tembak Istri
Mirwan mengatakan, saat GMPG bersilaturahmi ke rumah Habibie, yang bersangkutan meminta agar kondisi Partai Golkar segera diperbaiki.
"Saya coba tanya, yang diultimatumkan apa. Dia bilang harus segera diperbaiki, dan Novanto harus bertanggung jawab. Novanto juga sudah berjanji ke Pak Habibie," klaimnya lagi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil