Suara.com - Generasi Muda Partai Golkar menilai partainya kekinian berada dalam kondisi darurat. Pasalnya, Ketua Umum Setya Novanto untuk kali kedua ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana KTP elektronik oleh KPK.
Penetapan tersangka pertama dinilai tidak sah dan digugurkan oleh Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi Iskandar dalam sidang praperadilan yang diajukan Setnov. Namun, Jumat (10/11), KPK kembali menetapkan Setnov sebagai tersangka.
"Ini emergency political moment untuk Golkar. Ini sudah kali kedua jadi tersangka. Kalau terus praperadilan, yang dirugikan Golkar. Novanto bisa saja keluar dari Golkar," kata anggota GMPG Mirwan BZ Vauly di Gado-Gado Boplo, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (11/11/2017).
Mirwan mengatakan, akibat kasus yang menimpa Setnov, generasi muda politikus Golkar jadi korban. Padahal, kata Mirwan, Partai Golkar sudah ’matang’ secara politik, tapi tetap saja mempertahankan orang yang terjerat kasus korupsi.
"(Kalau begini) orang-orang muda yang dirugikan. Orang-orang yang sudah 'menikmati' Golkar itu sudah banyak, dan partai ini sudah berbuat 32 tahun untuk Indonesia, dirusak karena mempertahankan satu orang," kecamnya.
Mirwan menuturkan, GMPG berupaya mendesak Partai Golkar menggelar musyawarah nasional agar bisa mengganti Setnov.
"Jadi, kami ini mencoba di banyak hal. Kawan-kawan juga sudah ketemu Pak Jokowi. Semua stakeholder kami mintakan masukan dan dukungan, karena bagaimanapun Golkar ini aset bangsa. Punya jasa banyak kepada negara," katanya.
"Yang kedua, kami juga konsolidasi dengan senior-senior. Kami temui Pak BJ Habibie, Pak Akbar (Tanjung), senior-seniorlah agar segera bangun. Tak bisa lagi kayak begini. Kalau tak turun tangan, ini Golkar akan jadi partai bawah," tandasnya.
Baca Juga: Pemerintah Pulangkan TKI Penderita Virus Otak dari Taiwan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat