Sepeda jengki milik Novi yang biasa buat antar anaknya, GW [suara.com/Della Cornelia]
Sepeda jengki warna pink masih ditaruh di dekat tangga menuju lantai dua.
Sepeda itu milik Novi (26). Novi tersangka kasus penganiayaan yang mengakibatkan anaknya, GW (5), kehilangan nyawa.
Dalam keranjang sepeda masih dipenuhi plastik kresek warna hitam. Sebuah jepitan warna pink yang biasa untuk mengamankan pakaian di tali jemuran masih nyantol di keranjang. Pada bagian tempat duduk, ditaruh helm dominan warna putih bergambar Minion.
Tempat duduk kecil untuk bocah di bagian belakang sepeda merek City Bike itu mengingatkan pada bocah GW.
Sepeda itulah yang saban hari dipakai Novi untuk mengantarkan GW ke sekolah. Sepeda ini pula yang digunakan untuk jalan-jalan, juga ke warung makan.
“Dia suka nganter anaknya pakai sepeda, tuh, tuh sepedanya,” kata tetangga kamar kos Novi, Opik (18), di rumah kos Jalan Asem Raya, nomor 1, RT 6, RW 8, Duri Kepa, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, kepada Suara.com, Senin (13/11/2017).
Novi seorang single parent. Dia berpisah dengan suaminya sekitar setengah tahun yang lalu. Pekerjaan sehari-harinya jualan di online shop, tetangga ada yang bilang dia nyambi tukang cuci pakaian.
Di kamar kos itu, Novi tinggal di lantai dua, tepatnya kamar nomor 203. Kamar tempat GW meninggal dunia setelah dianiaya Novi pada pada Sabtu (11/11/2017), malam.
Opik tak begitu akrab dengan Novi. Tetapi pada suatu hari, Opik pernah menanyakan pekerjaan Novi.
“Terus dia bilang online shop,” kata Opik.
Mungkin faktor pekerjaan yang membuat NW jarang keluar dari kamar kos sekedar untuk bersosialisasi.
Novi dikenal tetangga kos sebagai pribadi yang tertutup.
Menurut cerita Ketua RT 6 Abdul Rozak untuk memenuhi kebutuhan hidup, Novi masih disubsidi oleh keluarga. Tapi, Abdul tak tahu pasti dimana keluarga Novi tinggal.
“Kalau ekonomi sih saya rasa bukan ya, saya kira mampu,” kata Abdul.
Sepeda itu milik Novi (26). Novi tersangka kasus penganiayaan yang mengakibatkan anaknya, GW (5), kehilangan nyawa.
Dalam keranjang sepeda masih dipenuhi plastik kresek warna hitam. Sebuah jepitan warna pink yang biasa untuk mengamankan pakaian di tali jemuran masih nyantol di keranjang. Pada bagian tempat duduk, ditaruh helm dominan warna putih bergambar Minion.
Tempat duduk kecil untuk bocah di bagian belakang sepeda merek City Bike itu mengingatkan pada bocah GW.
Sepeda itulah yang saban hari dipakai Novi untuk mengantarkan GW ke sekolah. Sepeda ini pula yang digunakan untuk jalan-jalan, juga ke warung makan.
“Dia suka nganter anaknya pakai sepeda, tuh, tuh sepedanya,” kata tetangga kamar kos Novi, Opik (18), di rumah kos Jalan Asem Raya, nomor 1, RT 6, RW 8, Duri Kepa, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, kepada Suara.com, Senin (13/11/2017).
Novi seorang single parent. Dia berpisah dengan suaminya sekitar setengah tahun yang lalu. Pekerjaan sehari-harinya jualan di online shop, tetangga ada yang bilang dia nyambi tukang cuci pakaian.
Di kamar kos itu, Novi tinggal di lantai dua, tepatnya kamar nomor 203. Kamar tempat GW meninggal dunia setelah dianiaya Novi pada pada Sabtu (11/11/2017), malam.
Opik tak begitu akrab dengan Novi. Tetapi pada suatu hari, Opik pernah menanyakan pekerjaan Novi.
“Terus dia bilang online shop,” kata Opik.
Mungkin faktor pekerjaan yang membuat NW jarang keluar dari kamar kos sekedar untuk bersosialisasi.
Novi dikenal tetangga kos sebagai pribadi yang tertutup.
Menurut cerita Ketua RT 6 Abdul Rozak untuk memenuhi kebutuhan hidup, Novi masih disubsidi oleh keluarga. Tapi, Abdul tak tahu pasti dimana keluarga Novi tinggal.
“Kalau ekonomi sih saya rasa bukan ya, saya kira mampu,” kata Abdul.
Warga terperanjat pada hari itu. GW si bocah manis itu meninggal dunia setelah dianiaya Novi. Tak habis pikir mereka. Selain mungkin karena single parent, ternyata salah satu pemicunya karena Novi kesal karena GW sering nangis dan ngompol.
Sebelum meregang nyawa, malam itu, GW diikat, mukanya disemprot pakai racun nyamuk merek Hit, lalu dibekap pakai plastik kresek.
Abdul berharap kejadian seperti itu tak terulang lagi di kampungnya.
“Saya imbau ke pemilik kos itu kan untuk mempertajam keamanannya di tempat kos itu, jadi jangan sampai terulang kembali seperti itu,” kata Abdul.
Saat ini, Novi meringkuk di kantor polisi. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatan.
Kemarin, polisi sudah memeriksa Novi. Hasil pemeriksaan sementara, dia tak mengalami gangguan mental. (Delfia Cornelia)
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?
-
Noel Sebut Menkeu Purbaya Bakal Dinoelkan: 'Ada Bandit Lepas Anjing Liar' karena Ganggu Pesta
-
Berani Angkat Latar Bali, Film Bandit Bakal Bikin Jantung Berdebar di JAFF 2025
-
Berawal dari Jadi Korban Begal, Monji Atmodjo Bongkar Sisi Kelam 'Surga' Bali Lewat Film Bandit
-
Ulasan Novel Bandit-Bandit Berkelas: Nasib Keadilan di Ujung Tanduk!
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi