Suara.com - Sepasang muda-mudi dianiaya karena dituduh mesum di Jalan Peusar, Kampung Kedu RT 07/RW 03, Sukamulya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (10/11/2017) malam. Belakangan tuduhan itu tidak terbukti dan enam warga yang melakukan penganiayaan ditangkap polisi.
Peristiwa penganiayaan ini terekam dari video yang viral di media sosial, Senin (14/11/2017). Setelah ditelusuri, pasangan muda-mudi itu diketahui berinisial R untuk sang laki-laki dan MA untuk sang perempuan.
Kepala Satuan Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Wiwin Setiyawan mengatakan MA merupakan warga yang baru tinggal di tempat itu selama dua minggu. MA merupakan seorang yatim piatu yang berasal dari salah satu provinsi di Sumatera.
"Yang perempuan pendatang, yatim piatu," kata Wiwin di lokasi kejadian, Selasa (14/10/2017).
Sedangkan R, merupakan warga Kampung Bugel, Tigaraksa, Tangerang Banten. Berdasarkan penuturannya kepada polisi, R merupakan pacar MA dan serius untuk menikahinya.
"Ya memang si R berniat untuk menikah," kata dia.
Selama MA tinggal di kontrakan itu, R memang sering datang. R datang setiap malam ke kontrakan itu untuk sekedar mengantar makanan atau menemani MA.
"Si Cowo memang sering datang. Tapi saya sih jarang ngobrol sama dia. Kadang motornya di parkir di depan kontrakan. Makannya saya tahu kalau dia (MA) ada tamu," kata tetangga MA, Heri.
Kontrakan ini berbentuk memanjang ke belakang. Ada empat petak di kontrakan itu dan sudah termasuk WC di dalamnya. Kontrakan ini dibandrol Rp500 ribu untuk biaya sewanya. Uang sewa ini sudah termasuk dengan biaya listrik bulanan.
"Tapi kalau nambah kulkas biayanya tambah jadi Rp530.000," kata Heri sambil tertawa.
MA bekerja tidak jauh dari kontrakannya. Tiap hari, dia berjalan menuju tempat kerjanya itu. Dia kerja di PT. Sibarsau Damai Sejahtera yang bergerak di bidang pembuatan insole sepatu. MA bertugas di bagian trimming.
"Dia baru dua bulan di sini. Kontrak lepas yang dibayar Rp70 ribu per hari. Gajiannya dua minggu sekali," kata pengawas MA, Rismawati.
Baca Juga: Pasangan Muda Mudi Diarak dan Ditelanjangi, Dipaksa Ngaku Mesum
Risma tidak menyangka kalau MA dituduh melakukan tindakan mesum dengan pacarnya, R. Dia percaya kalau MA adalah orang yang baik dan pekerja yang rajin.
"Kemarin kita juga sudah berkomunikasi. Saya tanya, 'masih mau kerja apa nggak?' Dia bilang, 'belum pasti nih kak, karena urusannya masih sama polisi'," ucap Risma menirukan percakapan mereka lewat telepon.
Atas peristiwa yang menimpa R dan MA, polisi melakukan penangkapan terhadap enam orang. Mereka adalah Ketua RT 07 T, Ketua RW 03 G, kemudian empat warga lainnya yaitu A, I, S dan N. Mereka dikenakan pasal penganiayaan dan atau perbuatan melawan hukum. Mereka dituduhkan pasal 170 dan 335 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
"Ketua RT ini yang sempat memobilisasi massa. Ketua RT yang memvideokan juga, dia juga melakukan penganiayaan. Sedangkan Ketua RW-nya dia juga ikut memukuli. Justru RT dan RW ini yang memprovokasi," kata Kapolresta Kabupaten Tangerang Ajun Komisaris Besar Sabilul Alif .
Berita Terkait
-
Sebelum Diarak dan Ditelanjangi, Muda-mudi Ini Berencana Menikah
-
Kasus Video Porno Alumni UI, Polisi Fokus Cari Penyebar Video
-
Stiker Mesum Marak di Telegram, Ini Reaksi Kominfo
-
Latihan Mahasiswa ala Militer di Cina Ini Bikin Geleng Kepala
-
Parah! Video Ini Tawarkan Liburan 4 Hari 3 Malam ke "Pulau Seks"
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Kunjungi Borobudur, Wamensos Agus Ajak Warga Lebih Mandiri Lewat Pelatihan Kerajinan Eceng Gondok
-
Wamensos Agus Jabo Tinjau Pembangunan Rumah Sejahtera Terpadu di Magelang
-
Ada Truk 'Lumpuh', Arus Lalu Lintas di Brigjend Katamso Jakarta Barat Semrawut Pagi Ini
-
BNPT Tangkap 230 Orang Terkait Pendanaan Terorisme
-
Cak Imin: Bencana Bertubi-Tubi Bisa Picu Kemiskinan Baru
-
Sulteng Dibidik Jadi Pasar Wisatawan China, Kemenpar Dukung Penerbangan Langsung ke Palu dan Luwuk
-
Miris, Masih Ada Orang Tua Pilih Damai Kasus Kekerasan Seksual: DPR Soroti Dampaknya bagi Anak
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan