Suara.com - Penanganan infrastruktur jalan selalu dilakukan sepanjang tahun, baik pembangunan berupa jalan baru hingga pemeliharaan jalan yang sudah terbangun dari kerusakan. Pada Rabu (15/11/2017), di wilayah kerja Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VI, tepatnya di ruas Ciamis-Batas Jawa Tengah sedang dilakukan uji coba penerapan pelapisan slurry seal pada aspal, sebagai langkah pencegahan kerusakan jalan.
Mewakili Kepala BBPJN VI, Atyanto, Kepala Bidang Preservasi & Peralatan 2 BBPJN VI, Edison Rombe mengatakan, seluruh balai telah diimbau untuk melakukan pendekatan pencegahan (preventif) kerusakan jalan, dibandingkan melakukan pemeliharaan berkala. Menurutnya ada beberapa metode preventif kerusakan jalan, salah satunya penggunaan slurry seal.
“Slurry seal merupakan salah satu langkah kita untuk menjaga kondisi jalan agar bisa bertahan lebih lama, sehingga kita bisa melakukan efesiensi di tempat itu. Slurry seal ini merupakan kegiatan mempertahankan kondisi jalan,” katanya.
Hal tersebut diamini oleh Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional 2 Jawa Barat, Wahyu Budi Wiyono. Menurut laki-laki yang akrab disapa Budi ini, pihaknya akan melakukan uji coba penerapan slurry seal di tiga ruas yang berada di kewenangannya, yaitu Ciamis-Batas Jateng, Lingkar Cianjur, dan Jampang Kulon-Surade-Tegal Beleud.
Menurutnya, tiga ruas itu dipilih karena mewakili tiga volume lalu lintas yang berbeda.
“Di ruas uji coba kali ini, lalu lintasnya padat, kita memakai tipe tiga. Di Lingkar Cianjur, lalu lintasnya sedang, namun kita juga akan memakai tipe 3. Nanti kita lihat kondisinya di Jampang Kulon, dengan lalu lintas rendah. Jadi ada tiga tipe slurry seal untuk tiga volume lalin yang berbeda juga,” ujarnya.
Penggunaan slurry seal sebenarnya sudah cukup umum, tercatat sudah pernah digunakan di jalur Pantura, Yogyakarta, Bantul, dan Cilacap, sementara di lintas selatan Jawa Barat ini baru pertama kali dilakukan. Budi mengatakan, pemilihan metode slurry seal memiliki beberapa keuntungan, yaitu lebih murah dan lebih cepat pengaplikasiannya dibanding metode prefentif selama ini.
Penggunaan slurry seal bisa menghemat biaya 50-75 persen dari satu lapis aspal. Saat uji coba digunakan model slurry seal standar yang membutuhkan pengerjaan 3-4 jam hingga lalu lintas dibuka penuh kembali.
“Kalau menggunakan quick setting, lalin sudah bisa kita buka dalam 2 jam. Saat ini yang dipakai setting biasa,” imbuhnya.
Slurry seal hanya bisa diterapkan di kondisi cuaca kering dan untuk kondisi jalan mantap.
“Slurry seal bertujuan untuk mempertahankan kemantapan jalan. Kalau sudah terjadi deformasi, maka jalan perlu diolah dulu sampai di-patching, kemudian kita beri slurry seal di atasnya,” kata Budi.
Budi menyatakan akan mengidentifikasi kebutuhan preventif di setiap 2-3 km, dari 800 km jalan di wilayah kerjanya, yaitu ruas Nagrek-Batas Jateng, Pantai Selatan Jabar, mulai dari Pangandaran-Cidaun-Jampang Kulon-Pelabuhan Ratu, ke utara ke Cianjur-Batas Raja Mandala, ke arah Benda di barat.
Ditemui di tempat yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen Ruas Ciamis-Batas Jateng dan Banjar-Pangandaran, Kadimin menegaskan, di ruasnya tersebut memang sudah terdapat jalan dengan permukaan aspal yang lepas butir dan atau retak rambut, namun masih dalam kondisi mantap (tidak rusak).
“Dalam uji coba ini, kita akan amati hasilnya. Jika bagus, tahun depan akan kita beri slurry seal agar umurnya lebih panjang,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
-
Resmi Ditahan, Gus Yaqut Lebaran di Rutan KPK
-
Banser Bakar Baju Usai Gus Yaqut Pakai Rompi Oranye Tahanan: KPK Zhalim!
-
Usai Diperiksa dalam Kasus Haji, Gus Yaqut Ditahan KPK dan Tutupi Borgol Pakai Buku
Terkini
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: ASIsrael Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan
-
Dubai Diguncang Drone Iran! Eks Bos Leeds United Sebut Pemerintah UEA Sensor Ketat
-
Peringati Hari Wanita Sedunia, Mahasiswi di Aksi Kamisan: Perempuan Masih di Hierarki Terbawah
-
Data Dukcapil: Junaidi dan Nur Hayati Jadi Nama Paling Banyak Dipakai di Indonesia
-
BPKH Salurkan 108.075 Paket Sembako Ramadan 2026, Cek Sebaran Wilayahnya