Suara.com - Gelap mata karena terlilit segunung utang, anak kandung tega menggelapkan kendaraan truk milik bapaknya. Lebih menyedihkan lagi, truk itu merupakan kendaraan yang digunakan bapak untuk menghidupi keluarga.
Kasus ini terjadi di Desa Pucangan, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen.
Kapolsek Sadang AKP Fadholi mengatakan kasus ini masih terus bergulir ke ranah hukum. Polisi sudah menetapkan A (30), warga Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, menjadi tersangka. Dialah anak kandung Sarwanto (47).
“Kita tindak lanjuti laporan bapak kepada anaknya. Tersangka masih kami periksa,” kata Kapolsek Sadang Polres Kebumen sebagaimana diinformasikan Humas Polres Kebumen.
Polisi juga telah mengamankan barang bukti kendaraan truk yang sebelumnya digelapkan.
Kasus ini terungkap setelah Sarwanto yang merasa ditipu oleh anaknya, melaporkan ke polisi.
Kejadian berawal pada bulan Oktober. Saat itu, Aan bersama dengan temannya datang ke rumah Sarwanto.
“Tersangka datang bersama dengan temannya, yang mengaku sebagai calon pembeli truk bapaknya. Saat itu harga jadi 40 juta, namun calon pembeli itu minta untuk dimutasikan ke Kebumen,” kata AKP Fadholi.
Setelah harga jadi, akhirnya kendaraan truk dibawa tersangka, dengan alasan untuk mengurus mutasi kendaraan.
Beberapa hari kemudian, tersangka datang ke bapaknya lagi untuk meminta BPKB karena dibutuhkan untuk mengurus mutasi.
“Namun setelah ditunggu beberapa hari, anaknya menghilang dan truknya tidak ada kabar. Mungkin karena rasa kecewa itulah, orang tua tidak mau mencabut kasusnya. Ini termasuk delik aduan. Kasus bisa dicabut sebelum proses sidang,” kata dia.
Bukan hanya kali ini, ternyata tersangka sering berulah.
Di mata keluarganya, Aan bukan termasuk anak yang penurut. Tersangka sudah menikah dan tinggal bersama isterinya dan dua anaknya di Karanggayam.
Tersangka dijerat dengan pasal 372 KUHP. Kepada polisi, tersangka mengaku terlilit utang yang cukup banyak.
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?
-
Noel Sebut Menkeu Purbaya Bakal Dinoelkan: 'Ada Bandit Lepas Anjing Liar' karena Ganggu Pesta
-
Berani Angkat Latar Bali, Film Bandit Bakal Bikin Jantung Berdebar di JAFF 2025
-
Berawal dari Jadi Korban Begal, Monji Atmodjo Bongkar Sisi Kelam 'Surga' Bali Lewat Film Bandit
-
Ulasan Novel Bandit-Bandit Berkelas: Nasib Keadilan di Ujung Tanduk!
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran
-
Misi Sulit Kiandra Ramadhipa Rebut Puncak Klasemen Moto3 Junior di Prancis
-
Mengerikan! Bus Suporter Argentina Dihujani Tembakan, Satu Orang Terluka
-
Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Naik Penyidikan, Empat Terlapor Mulai Didalami
-
Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Sedayu, Begini Kronologinya
-
Penyelesaian Konflik Papua Harus Dimulai dari Dialog, Bukan Senjata
-
Review Film Inglourious Basterds: Dilema Moral dan Balas Dendam Nazi
-
Hari Anak Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Tujuannya
-
BRI Hadirkan Ekosistem Digital Berbasis ESG di Jember Fashion Carnaval 2026
-
Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dan Tolak 21 WNA Masuk via Bandara Ahmad Yani